Profesor Amerika Sebut Pasca-Pandemi Orang-orang Kaya Kian Dipajaki
Kamis, 21 Oktober 2021 - 15:38 WIB
Dirinya menilai bahwa gap atau kesenjangan sosial antara golongan kaya dan miskin di dunia menjadi begitu lebar saat pandemi mewabah. Beberapa negara mengalami pemutusan hubungan kerja, bertambahnya pengangguran, dan terbatasnya subsidi negara untuk sosial ketika anggaran untuk kesehatan lebih diprioritaskan.
"Kemungkinan ketiga, kondisi perekonomian dunia bakal lebih tertuju terhadap kondisi ketidakadilan sosial yang berkembang dan membesar saat kondisi pandemi," tuturnya.
Baca juga: Elon Musk Menuju Status Triliuner Pertama di Dunia Saat Kekayaannya Meroket Cepat
Kondisi demikian, terang Kotler, dapat membuat pemerintah negara-negara di dunia dimungkinkan meningkatkan pendapatan pajak mereka untuk kalangan orang-orang kaya.
Sebagai skenario yang terakhir, Kotler menilai saat ini dunia tengah menghadapi tantangan krisis iklim. Dirinya menyebut perekonomian dunia bakal berkiblat terhadap arah baru yang lebih memiliki keberpihakkan terhadap lingkungan. Sebagian populasi diproyeksikan akan mengurangi tingkat konsumsi mereka di bidang yang justru semakin memperparah iklim global.
"Kemungkinan ketiga, kondisi perekonomian dunia bakal lebih tertuju terhadap kondisi ketidakadilan sosial yang berkembang dan membesar saat kondisi pandemi," tuturnya.
Baca juga: Elon Musk Menuju Status Triliuner Pertama di Dunia Saat Kekayaannya Meroket Cepat
Kondisi demikian, terang Kotler, dapat membuat pemerintah negara-negara di dunia dimungkinkan meningkatkan pendapatan pajak mereka untuk kalangan orang-orang kaya.
Sebagai skenario yang terakhir, Kotler menilai saat ini dunia tengah menghadapi tantangan krisis iklim. Dirinya menyebut perekonomian dunia bakal berkiblat terhadap arah baru yang lebih memiliki keberpihakkan terhadap lingkungan. Sebagian populasi diproyeksikan akan mengurangi tingkat konsumsi mereka di bidang yang justru semakin memperparah iklim global.
(uka)
Lihat Juga :