Sejak Pandemi, Jumlah UMKM dengan Ekosistem Digital Melonjak 100%
Rabu, 27 Oktober 2021 - 15:46 WIB
“Dalam meningkatkan kapasitas usaha UMKM, maka pemerintah melaksanakan program inkubasi bisnis yang berupa pelatihan, pendampingan dan bermitra dengan perguruan tinggi, startup, aggregator, dan organisasi inkubator bisnis lainnya. Pengembangan program pendampingan ini bekerjasama dengan inkubator bisnis perguruan tinggi dan swasta,” ungkap Teten menjabarkan.
Perluasan akses pembiayaan juga dipacu, misalnya meningkatkan porsi kredit usaha rakyat (KUR) perbankan. Kemudian, UMKM dipermudah akses pembiayaan atau modal produktif melalui perusahaan peer to peer lending, angel investor, crowd funding, dan lainnya.
“Akses pembiayaan diperluas, porsi kredit perbankan kepada UMKM ditingkatkan 30% di 2024 dari 20%. Saya mengajak semua pihak berkolaborasi guna melahirkan wirausaha dan UMKM yang unggul dan inovatif dan berdaya saing tinggi ke depannya,” ucap Teten.
Baca Juga : WOW! Gedung Baru, MNC Land Hadirkan Office Space Mulai IDR150ribu/Sqm di Mega Kuningan Jakarta
Saat ini jumlah UMKM yang terhubung ke ekosistem digital mencapai 15,9 juta unit, dibandingkan dengan 8 juta unit sebelum Maret 2020. Kemenkop UKM menargetkan 30 juta UMKM dapat terhubung ke dalam platform digital di 2024. Dengan terhubung ke ekosistem digital, akan menjadi salah satu peluang bagi UMKM untuk tumbuh ekspansif Teten menjelaskan transformasi digital menjadi kunci pemulihan ekonomi nasional.
Asisten Deputi Pembiayaan UKM di Kemenkop UMKM, menyampaikan UMKM yang mampu bertahan adalah yang bertransformasi ke online dari konvesional. Merujuk data Kemenkop UMKM, Temmy menjabarkan program transformasi untuk UMKM, antara lain transformasi UMKM ke sektor formal, transformasi digital, modernisasi koperasi, transformasi ke rantai nilai (value chain).
Adapun, program transformasi di 2021, menurut Temmy, adalah program 100 koperasi modern, transformasi usaha informal ke formal untuk 2,5 juta unit ultra mikro (UMi), memacu kontribusi ekspor UKM sebesar 15,26%, meningkatkan rasio kewirausahaan 3,55%, penyaluran dana bergulir kepada koperasi dan UKM strategis serta pengembangan SMESCO hub di Indonesia Timur.
Perluasan akses pembiayaan juga dipacu, misalnya meningkatkan porsi kredit usaha rakyat (KUR) perbankan. Kemudian, UMKM dipermudah akses pembiayaan atau modal produktif melalui perusahaan peer to peer lending, angel investor, crowd funding, dan lainnya.
“Akses pembiayaan diperluas, porsi kredit perbankan kepada UMKM ditingkatkan 30% di 2024 dari 20%. Saya mengajak semua pihak berkolaborasi guna melahirkan wirausaha dan UMKM yang unggul dan inovatif dan berdaya saing tinggi ke depannya,” ucap Teten.
Baca Juga : WOW! Gedung Baru, MNC Land Hadirkan Office Space Mulai IDR150ribu/Sqm di Mega Kuningan Jakarta
Saat ini jumlah UMKM yang terhubung ke ekosistem digital mencapai 15,9 juta unit, dibandingkan dengan 8 juta unit sebelum Maret 2020. Kemenkop UKM menargetkan 30 juta UMKM dapat terhubung ke dalam platform digital di 2024. Dengan terhubung ke ekosistem digital, akan menjadi salah satu peluang bagi UMKM untuk tumbuh ekspansif Teten menjelaskan transformasi digital menjadi kunci pemulihan ekonomi nasional.
Asisten Deputi Pembiayaan UKM di Kemenkop UMKM, menyampaikan UMKM yang mampu bertahan adalah yang bertransformasi ke online dari konvesional. Merujuk data Kemenkop UMKM, Temmy menjabarkan program transformasi untuk UMKM, antara lain transformasi UMKM ke sektor formal, transformasi digital, modernisasi koperasi, transformasi ke rantai nilai (value chain).
Adapun, program transformasi di 2021, menurut Temmy, adalah program 100 koperasi modern, transformasi usaha informal ke formal untuk 2,5 juta unit ultra mikro (UMi), memacu kontribusi ekspor UKM sebesar 15,26%, meningkatkan rasio kewirausahaan 3,55%, penyaluran dana bergulir kepada koperasi dan UKM strategis serta pengembangan SMESCO hub di Indonesia Timur.
Lihat Juga :