IHSG Siap Naik Lagi, Saham Big Caps Layak Dikoleksi
Kamis, 04 November 2021 - 18:00 WIB
Menilik IHSG sepanjang November 2021, saat ini merupakan momentum untuk investor masuk pada saham-saham big caps. Foto/Dok
JAKARTA - Head of Investment PT Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang bulan November 2021 menjadi momentum untuk investor masuk pada saham-saham big caps. Sementara, kondisi dari kegiatan perdagangan dalam satu bulan ini cukup panjang dalam membagi pergerakannya.
"Karena kita tahu target akhir tahun IHSG 6.800 dan tahun depan sekitar 7.200. Sehingga peluangnya kita tahu indeks mau naik ya artinya big caps BBRI dan BBCA yang bobotnya sebesar 9 persen dalam IHSG. Kemudian, empat yang besar lagi ada Bank Mandiri, BBNI, Telkom dan Astra. Empat itu juga layak dikoleksi," kata Kiswoyo dalam 2nd Session Closing IDX, Kamis (4/11/2021).
Baca juga: Perkasa Hingga Akhir Sesi, IHSG Ditutup Naik ke Level 6.586
Menurut dia, meski IHSG terus terkoreksi, sebaiknya investor jangan takut untuk membeli enam saham tersebut, terutama BBRI dan BBCA yang akan menjadi peluang.
"Kalau dilihat tahun depan sih mereka di atas 5.000, karena pulihnya ekonomi kita. Kita tahu juga jalan tol sudah mulai macet, salah satu yang bikin market mulai naik, tapi Jasa Marga bukan penggerak IHSG, tapi buat nabung bisa," jelasnya.
Baca juga: Investor dan Saham Syariah Tumbuh Pesat dalam 4 Tahun Terakhir
"Karena kita tahu target akhir tahun IHSG 6.800 dan tahun depan sekitar 7.200. Sehingga peluangnya kita tahu indeks mau naik ya artinya big caps BBRI dan BBCA yang bobotnya sebesar 9 persen dalam IHSG. Kemudian, empat yang besar lagi ada Bank Mandiri, BBNI, Telkom dan Astra. Empat itu juga layak dikoleksi," kata Kiswoyo dalam 2nd Session Closing IDX, Kamis (4/11/2021).
Baca juga: Perkasa Hingga Akhir Sesi, IHSG Ditutup Naik ke Level 6.586
Menurut dia, meski IHSG terus terkoreksi, sebaiknya investor jangan takut untuk membeli enam saham tersebut, terutama BBRI dan BBCA yang akan menjadi peluang.
"Kalau dilihat tahun depan sih mereka di atas 5.000, karena pulihnya ekonomi kita. Kita tahu juga jalan tol sudah mulai macet, salah satu yang bikin market mulai naik, tapi Jasa Marga bukan penggerak IHSG, tapi buat nabung bisa," jelasnya.
Baca juga: Investor dan Saham Syariah Tumbuh Pesat dalam 4 Tahun Terakhir
Lihat Juga :