RSM Indonesia: Untuk Pulih dari Krisis, Butuh Strategi Bisnis yang Terstruktur

Jum'at, 05 Juni 2020 - 19:54 WIB
"Customer demand-nya collapse, itu sudah seperti rantai lingkaran setan. Kuncinya adalah menjaga cash flow, karena cash is king. Kemudian me-maintain likuiditas, karena kita sekarang punya krisis likuiditas," ungkap Angela.

Karena itu, tegas Angela, organisasi bisnis harus bisa berpikir strategis dan terstruktur untuk bisa pulih. Semua hal harus direncanakan dengan matang, tidak bisa dengan rencana yang bersifat ad hoc. Hal terpenting, imbuh dia, adalah memahami dimana posisi perusahaan dalam lingkungan bisnis.

"Untuk mengambil keputusan strategis, kita harus mengerti di mana posisi organisasi kita dalam lingkungan bisnis. Di dalam market atau ekosistem bisnis kita, apakah kita leading dibandingkan kompetitor? Apakah kita mampu men-shutdown operation kita, dan kemudian membukanya tanpa berpengaruh apapun setelah pandemi berakhir? Apakah kita malah bangkrut atau menjadi leader? Itu harus dipikirkan terlebih dahulu," paparnya.

Menurutnyaa, setelah memahami posisi tersebut, langkah selanjutnya adalah bagaimana cara untuk kembali ke posisi yang diinginkan. Dengan rencana aksi yang berbeda, tegas dia, maka rencana mitigasinya pun berbeda pula.

"Dalam bisnis itu, bukan hanya survive, kita harus bisa sustain. Kita tidak bisa berpikir hanya sampai bulan Desember atau akhir tahun saja. Apakah organisasi kita sudah siap untuk new normal? Apakah kita masih berpikir untuk mengerjakan proyek dengan orang-orang yang sama? Karena kalau kita mengerjakan proyek dengan orang-orang yang sama dengan laju yang sama, maka risiko gagal akan lebih tinggi," tutur Angela.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!