Perusahaan Serat Viscose Sambut Baik Penurunan Harga Gas Industri
Jum'at, 05 Juni 2020 - 20:55 WIB
SPV menilai, semakin cepat hal ini terealisasi akan semakin cepat membantu peningkatan daya saing industri dan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi, terutama pada pemulihan paska krisis akibat pandemi dan bangkitnya industri.
(Baca Juga: Menteri ESDM: Gas Murah, Daya Saing Industri Harus Meningkat)
Head of Corporate Affairs PT SPV Widi Nugroho Sahib berharap, MoU ini dapat menjadi momentum yang baik bagi semua pihak untuk dapat bergerak maju dengan jadwal implementasi penurunan harga gas industri yang lebih konkrit. "Karena sebagai suatu bisnis sangat penting bagi kami untuk dapat merencanakan segala sesuatunya dengan baik dan meningkatkan daya saing industri di pasar global," ucapnya.
PT SPV yang memiliki pabrik di Purwakarta, Jawa Barat, merupakan anak perusahaan dari kelompok usaha Lenzing AG Austria. Perusahaan ini menghasilkan serat viscose berbahan dasar kayu yang digunakan dalam industri tekstil dan hasil produksinya telah memasok 60% pasar ekspor.
Saat ini kapasitas produksi SPV mencapai 255.000 ton setiap tahun. Jumlah tersebut menjadikan SPV sebagai pemimpin pasar di Asia Tenggara dan menjadikannya sebagai produsen serat rayon terbesar kedua di dunia setelah perusahaan induk di Lenzing AG (Austria).
(Baca Juga: Menteri ESDM: Gas Murah, Daya Saing Industri Harus Meningkat)
Head of Corporate Affairs PT SPV Widi Nugroho Sahib berharap, MoU ini dapat menjadi momentum yang baik bagi semua pihak untuk dapat bergerak maju dengan jadwal implementasi penurunan harga gas industri yang lebih konkrit. "Karena sebagai suatu bisnis sangat penting bagi kami untuk dapat merencanakan segala sesuatunya dengan baik dan meningkatkan daya saing industri di pasar global," ucapnya.
PT SPV yang memiliki pabrik di Purwakarta, Jawa Barat, merupakan anak perusahaan dari kelompok usaha Lenzing AG Austria. Perusahaan ini menghasilkan serat viscose berbahan dasar kayu yang digunakan dalam industri tekstil dan hasil produksinya telah memasok 60% pasar ekspor.
Saat ini kapasitas produksi SPV mencapai 255.000 ton setiap tahun. Jumlah tersebut menjadikan SPV sebagai pemimpin pasar di Asia Tenggara dan menjadikannya sebagai produsen serat rayon terbesar kedua di dunia setelah perusahaan induk di Lenzing AG (Austria).
(fai)
Lihat Juga :