Penghasilan Arab Saudi dari Haji Tembus Rp170 Triliun, Fulus dari Umrah juga Siap Digeber
Kamis, 18 November 2021 - 13:43 WIB
Sebelum pandemi Covid-19 melanda, The Council Of Saudi Chambers juga memproyeksikan bahwa pada 2022 pendapatan dari bisnis haji dan umrah akan mencapai kisaran USD21-150 miliar. Angka yang fantastis itu tak terlepas dari visi Pemerintah Arab Saudi 2030 yang menargetkan untuk dapat melayani 30 juta jemaah umroh per tahun pada 2030, naik signifikan dari jumlah jemaah umrah pada 2019 yang sekitar 7 juta orang.
Dalam satu dekade (periode 2010-2019), jumlah jemaah haji yang datang ke Arab Saudi setiap tahun rata-rata sekitar 2,4 juta dengan rekor tertinggi pada 2012 sebanyak 3,1 juta jemaah dan terendah di 2016 sebanyak 1,8 juta.
Baca juga: Airlangga Ungkap Usulan Setoran ke BPKH Dimanfaatkan Biro Perjalanan Haji
Kamar Dagang Mekah menyebut, para jemaah membelanjakan sekitar USD700-1.000 selama 10 hari berada di dua kota suci Mekah dan Madinah. Adapun lama tinggal jemaah di Arab Saudi juga berbeda-beda tergantung asal negaranya, mulai 20 hari hingga lebih dari sebulan.
Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, jemaah haji Indonesia merupakan salah satu yang terbanyak dan jumlahnya selalu meningkat setiap tahunnya. Mengutip data BPS, pada 2017 jumlahnya 203.070 jemaah dan meningkat menjadi 203.350 jemaah pada 2018. Kemudian, sesuai Keputusan Menteri Agama nomor 29/2019, pada 2019 kuota jemaah haji RI meningkat menjadi 221.000 jemaah.
Mengutip data Statista, pada 2017 jemaah haji Indonesia menyumbangkan pendapatan haji terbanyak bagi Arab Saudi yaitu sebesar USD940,8 juta, disusul oleh India sebesar USD733 juta, Dubai USD220 juta, Lebanon USD63 juta, Tunisia USD63 juta, dan Qatar USD8 juta.
Dalam satu dekade (periode 2010-2019), jumlah jemaah haji yang datang ke Arab Saudi setiap tahun rata-rata sekitar 2,4 juta dengan rekor tertinggi pada 2012 sebanyak 3,1 juta jemaah dan terendah di 2016 sebanyak 1,8 juta.
Baca juga: Airlangga Ungkap Usulan Setoran ke BPKH Dimanfaatkan Biro Perjalanan Haji
Kamar Dagang Mekah menyebut, para jemaah membelanjakan sekitar USD700-1.000 selama 10 hari berada di dua kota suci Mekah dan Madinah. Adapun lama tinggal jemaah di Arab Saudi juga berbeda-beda tergantung asal negaranya, mulai 20 hari hingga lebih dari sebulan.
Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, jemaah haji Indonesia merupakan salah satu yang terbanyak dan jumlahnya selalu meningkat setiap tahunnya. Mengutip data BPS, pada 2017 jumlahnya 203.070 jemaah dan meningkat menjadi 203.350 jemaah pada 2018. Kemudian, sesuai Keputusan Menteri Agama nomor 29/2019, pada 2019 kuota jemaah haji RI meningkat menjadi 221.000 jemaah.
Mengutip data Statista, pada 2017 jemaah haji Indonesia menyumbangkan pendapatan haji terbanyak bagi Arab Saudi yaitu sebesar USD940,8 juta, disusul oleh India sebesar USD733 juta, Dubai USD220 juta, Lebanon USD63 juta, Tunisia USD63 juta, dan Qatar USD8 juta.
Lihat Juga :