Kendaraan Listrik Jadi Kunci Kejar Target Bebas Karbon 2060

Kamis, 18 November 2021 - 14:53 WIB
Tak hanya itu, beralihnya masyarakat dari kendaraan berbasis BBM ke listrik juga akan menekan impor BBM. Berdasarkan roadmap yang disusun Kementerian ESDM, potensi jumlah kendaraan listrik di Indonesia pada 2030 mencapai 2,2 juta mobil listrik dan 13 juta motor listrik dengan 31.859 unit SPKLU.

Jumlah kendaraan listrik itu diharapkan bisa menekan impor BBM sekitar 6 juta kiloliter (kl) pada tahun tersebut. Selain mampu mereduksi emisi, keberhasilan program kendaraan listrik juga akan memangkas pengeluaran konsumen dari sisi biaya energi.

Mengutip laporan resmi PLN, dari sisi penghematan, pengendara mobil listrik hanya perlu merogoh kocek Rp10.000 saja untuk menempuh jarak 72 kilometer (km). Jika dibandingkan dengan bahan bakar minyak (BBM), maka dengan jarak tempuh 72 km, masyarakat harus merogoh kocek sekitar Rp60.000 dengan asumsi harga BBM Rp9.000 per liter.

Selain mendukung terbentuknya ekosistem kendaraan listrik, PLN telah mencanangkan peta jalan yang komprehensif menuju NDC 2030 dan Neutral Carbon 2060. BUMN Kelistrikan itu menargetkan menghasilkan pengurangan emisi sebesar 900 juta ton CO2 ekivalen pada 2060.

Adapun target tersebut akan dicapai melalui sejumlah strategi, yaitu mengembangkan pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT), konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke EBT, pengembangan pembangkit gas, menerapkan teknologi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang ramah lingkungan.

Tak berhenti disitu, PLN juga akan memensiunkan PLTU batu bara, penerapan co-firing, melakukan penerapan efisiensi dan menurunkan susut jaringan, percepatan memensiunkan PLTU batu bara, Carbon Capture and Storage (CCS), serta penerapan co-firing berbasis hidrogen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!