Dituding Terkait Kerja Paksa Etnis Uighur di China, Zara Diblokir di Prancis
Selasa, 30 November 2021 - 15:02 WIB
Hakim Prancis membuka penyelidikan atas tuduhan oleh kelompok hak asasi bahwa empat perusahaan mode, termasuk pemilik Zara Inditex, mendapat untung dari kerja paksa minoritas Uighur di China pada Juni lalu.
Selain itu pihak Inditex juga membantah jika perusahaan telah menggunakan kapas sebagai bahan material pembuatan produknya dari Xinjiang. Mereka mengatakan bahwa memiliki kontrol ketertelusuran yang ketat.
Baca juga: China Dituding Lakukan Penindasan pada Etnis Uighur di 22 Negara
"Dengan dampak mode cepat terhadap lingkungan dan kecurigaan tentang penggunaan kerja paksa orang Uighur, proyek Zara bagi kami tampaknya melanggar kriteria pembangunan berkelanjutan yang dipertimbangkan oleh komisi tersebut," pungkas anggota komisi lain, Sandrine Jacotot.
Selain itu pihak Inditex juga membantah jika perusahaan telah menggunakan kapas sebagai bahan material pembuatan produknya dari Xinjiang. Mereka mengatakan bahwa memiliki kontrol ketertelusuran yang ketat.
Baca juga: China Dituding Lakukan Penindasan pada Etnis Uighur di 22 Negara
"Dengan dampak mode cepat terhadap lingkungan dan kecurigaan tentang penggunaan kerja paksa orang Uighur, proyek Zara bagi kami tampaknya melanggar kriteria pembangunan berkelanjutan yang dipertimbangkan oleh komisi tersebut," pungkas anggota komisi lain, Sandrine Jacotot.
(ind)
Lihat Juga :