Investasi Digital Rp60 Triliun Masih Dikuasai Jabodetabek dan Bandung
Rabu, 01 Desember 2021 - 00:30 WIB
"Ini artinya, secara inklusif ekonomi digital, baik per kapita mupun per daerah tidak merata. Penyebabnya infrastruktur," kata Iskandar dalam webinar Kolaborasi Tumbuhkan Ekonomi Digital di Daerah di Jakarta, Selasa (30/11/2021).
Data di Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) menurut provinsi, DKI Jakarta yang tertinggi dengan 7,27 dibanding sejumlah wilayah lainnya. Demikian pula dengan penetrasi internet yang mencapai 73,7% rata-rata pengguna terkonsentrasi di Jawa.
Lalu, masalah SDM karena kaum milenial dengan pendidikan tinggi di bidang IT lebih banyak tinggal di wilayah Jawa atau Jabodetabek, sehingga turut menyebabkan perkembangan investasi dan digital ekonomi banyak terpusat di kawasan tersebut.
Demi pemerataan pertumbuhan ekonomi digital hingga ke daerah, pemerintah terus mendorong pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), seperti Palapa Ring. Kemudian pembangunan base transceiver station (BTS), baik di daerah terpencil yang didanai dari pemerintah maupun yang bekerja sama dengan provider internet swasta.
"Berikutnya, dari sisi SDM, kami terus mempercepat pengembangan digital talent yang diharapkan bisa menciptakan 9 juta talenta digital 15 tahun terakhir," kata Iskandar.
Data di Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) menurut provinsi, DKI Jakarta yang tertinggi dengan 7,27 dibanding sejumlah wilayah lainnya. Demikian pula dengan penetrasi internet yang mencapai 73,7% rata-rata pengguna terkonsentrasi di Jawa.
Lalu, masalah SDM karena kaum milenial dengan pendidikan tinggi di bidang IT lebih banyak tinggal di wilayah Jawa atau Jabodetabek, sehingga turut menyebabkan perkembangan investasi dan digital ekonomi banyak terpusat di kawasan tersebut.
Demi pemerataan pertumbuhan ekonomi digital hingga ke daerah, pemerintah terus mendorong pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), seperti Palapa Ring. Kemudian pembangunan base transceiver station (BTS), baik di daerah terpencil yang didanai dari pemerintah maupun yang bekerja sama dengan provider internet swasta.
"Berikutnya, dari sisi SDM, kami terus mempercepat pengembangan digital talent yang diharapkan bisa menciptakan 9 juta talenta digital 15 tahun terakhir," kata Iskandar.
Lihat Juga :