Grab IPO di Nasdaq, Ekonomi Digital ASEAN Bakal Kian Melejit
Kamis, 02 Desember 2021 - 11:59 WIB
Pertumbuhan perdagangan gawai alias ponsel pintar yang terjangkau serta data seluler yang murah dinilai menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi digital di wilayah ini. Apalagi, penetrasi internet telah mencapai 75 persen dan mayoritas pengguna memanfaatkan aplikasi yang tersedia.
Baca juga: BEI Jawab Isu Penutupan Kode Broker Bikin Bursa Saham Tak Transparan
Grab didirikan oleh Anthony Tan, yang kini menjabat sebagai CEO-nya, dan Tan Hooi Ling yang mengembangkan perusahaan berawal dari ide dalam kompetisi ventura Harvard Business School pada tahun 2011.
Sampai saat ini, Tan (39) telah memperluas layanan Grab setelah diluncurkan perdana sebagai aplikasi taksi di Malaysia pada 2012, yang kemudian kantor pusatnya dipindahkan ke Singapura.
Listing di Wall Street menjadi torehan terbesar bagi perusahaan asal Singapura berusia sembilan tahun tersebut, yang memulai operasi awalnya sebagai aplikasi ride-hailing, dan kini sudah merambah di 400 kota di delapan negara dengan menawarkan pelayanan pengiriman makanan, pembayaran, asuransi, hingga produk investasi.
Baca juga: BEI Jawab Isu Penutupan Kode Broker Bikin Bursa Saham Tak Transparan
Grab didirikan oleh Anthony Tan, yang kini menjabat sebagai CEO-nya, dan Tan Hooi Ling yang mengembangkan perusahaan berawal dari ide dalam kompetisi ventura Harvard Business School pada tahun 2011.
Sampai saat ini, Tan (39) telah memperluas layanan Grab setelah diluncurkan perdana sebagai aplikasi taksi di Malaysia pada 2012, yang kemudian kantor pusatnya dipindahkan ke Singapura.
Listing di Wall Street menjadi torehan terbesar bagi perusahaan asal Singapura berusia sembilan tahun tersebut, yang memulai operasi awalnya sebagai aplikasi ride-hailing, dan kini sudah merambah di 400 kota di delapan negara dengan menawarkan pelayanan pengiriman makanan, pembayaran, asuransi, hingga produk investasi.
(ind)
Lihat Juga :