Terbatasnya Kapasitas Produksi UMKM Jadi Tantangan Ekspor
Minggu, 12 Desember 2021 - 21:00 WIB
Menurut Teten, perlu terus dilakukan agregasi untuk mengatasi masalah ini. "Saya selalu mengajak para kepala daerah untuk memilih dan menentukan satu atau beberapa produk unggulan khas daerahnya untuk kita kembangkan kualitas produk dan pemasarannya," jelasnya.
Teten juga menekankan pentingnya transformasi digital UMKM Indonesia. Dia mengingatkan bahwa kekuatan ekonomi digital Indonesia diproyeksikan bertumbuh delapan kali lipat di 2030 atau mencapai Rp4.531 triliun.
Dengan potensi tersebut, kata dia, pihaknya terus mempercepat UMKM onboarding ke dalam ekosistem digital. Saat ini, 24,9% atau sebesar 16,4 juta UMKM tercatat sudah onboarding.
Pada kesempatan yang sama, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa produk UMKM harus mendapat sentuhan khusus, agar lebih diminati pasar global. "Harus ada nuansa moderennya, namun juga menonjolkan sisi etnik atau nuansa lokalnya," kata Bima.
Tahun depan, kata Bima, Pemkot Bogor akan membangun pedestrian di seputaran Jalan Pajajaran yang banyak di kelilingi kuliner khas Bogor, kafe, restoran, hingga hotel. "Saya menyebut langkah ini sebagai nasionalisme kosmopolitan," ujar Bima.
Teten juga menekankan pentingnya transformasi digital UMKM Indonesia. Dia mengingatkan bahwa kekuatan ekonomi digital Indonesia diproyeksikan bertumbuh delapan kali lipat di 2030 atau mencapai Rp4.531 triliun.
Dengan potensi tersebut, kata dia, pihaknya terus mempercepat UMKM onboarding ke dalam ekosistem digital. Saat ini, 24,9% atau sebesar 16,4 juta UMKM tercatat sudah onboarding.
Pada kesempatan yang sama, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa produk UMKM harus mendapat sentuhan khusus, agar lebih diminati pasar global. "Harus ada nuansa moderennya, namun juga menonjolkan sisi etnik atau nuansa lokalnya," kata Bima.
Tahun depan, kata Bima, Pemkot Bogor akan membangun pedestrian di seputaran Jalan Pajajaran yang banyak di kelilingi kuliner khas Bogor, kafe, restoran, hingga hotel. "Saya menyebut langkah ini sebagai nasionalisme kosmopolitan," ujar Bima.
Lihat Juga :