Wall Street Nyungsep, Imbas Investor Lepas Saham Teknologi

Jum'at, 17 Desember 2021 - 07:37 WIB
Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street diakhiri dengan Nasdaq merosot tajam pada perdagangan, Kamis 16 Desember 2021 waktu setempat
JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street diakhiri dengan Nasdaq merosot tajam pada perdagangan Kamis (16/12/2021) waktu setempat. Hal itu karena pengumuman Federal Reserve terkait stimulus era pandemi mendorong investor menjauh dari saham Big Tech dan menuju sektor yang lebih sensitif secara ekonomi.

Saham Nvidia, Apple, Microsoft, Amazon dan Tesla semuanya jatuh, menghantam Nasdaq dan S&P 500. Padahal sebelumnya, sebagian besar saham pertumbuhan kelas berat telah mengungguli pasar pada tahun 2021, dengan Nvidia naik lebih dari 100% tahun ini.



Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,09% menjadi berakhir pada 35.893,36 poin, sedangkan S&P 500 turun 0,88% menjadi 4.668,45. Nasdaq Composite turun 2,47% menjadi 15.180,42.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Perkasa, Sambut Positif Pengumuman The Fed

Sebelumnya Bank sentral AS mengatakan pada Rabu (15/12) bahwa pihaknya akan mengakhiri pembelian obligasi pada bulan Maret dan mengisyaratkan kenaikan suku bunga tiga perempat poin persentase pada akhir tahun 2022. Hal itu justru menyenangkan investor yang semakin khawatir tentang lonjakan inflasi terkait pandemi virus corona. Tetapi pada hari Kamis, berkontribusi pada aksi jual di saham pertumbuhan.

Indeks nilai S&P 500 naik, sementara indeks pertumbuhan turun tajam, mencerminkan pandangan investor bahwa saham dengan pertumbuhan tinggi cenderung berkinerja buruk ketika suku bunga naik. Indeks nilai mencakup saham-saham yang dipandang lebih mungkin untuk berkinerja baik selama pemulihan ekonomi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!