Kesulitan Bangun Industri di Kalimantan, Menko Luhut: Bagai Telur dan Ayam
Selasa, 21 Desember 2021 - 19:54 WIB
Namun terang Menko Luhut, Ia melihat sejak tahun 2015 sampai 2018 menurutnya tidak ada pengembangan yang signifikan hanya perpanjangan izin dari tahun ke tahun. “Sementara investor di PLTA terus berputar putar sehingga pembangunannya tidak maju-maju dan ini dibutuhkan suatu keberanian dan kemampuan eksekusi yang baik untuk merealisasi pembangunan wilayah ini,” ujarnya.
Baca Juga: Menko Luhut Sebut Ada 10 Investor Asal China Siap Bangun Industri Hijau di Kaltara
Dengan demikian Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah berkomitmen atau mengatakan dukungannya untuk pembangunan ini. “Karena hanya untuk PLTA kami memperkirakan USD 10 sampai USD 12 miliar, belum lagi untuk pembangunan pelabuhan dan lainnya yang tidak membutuhkan biaya yang sedikit," pungkasnya.
Pembangunan kawasan industri ini diyakini akan menciptakan lapangan kerja bagi kurang lebih 100 ribu tenaga kerja. Sedangkan saat beroperasi diperkirakan akan membutuhkan lebih dari 200 ribu tenaga kerja ditambah tenaga kerja yang diperlukan oleh industri turunan dari produk yang dihasilkan.
Baca Juga: Menko Luhut Sebut Ada 10 Investor Asal China Siap Bangun Industri Hijau di Kaltara
Dengan demikian Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah berkomitmen atau mengatakan dukungannya untuk pembangunan ini. “Karena hanya untuk PLTA kami memperkirakan USD 10 sampai USD 12 miliar, belum lagi untuk pembangunan pelabuhan dan lainnya yang tidak membutuhkan biaya yang sedikit," pungkasnya.
Pembangunan kawasan industri ini diyakini akan menciptakan lapangan kerja bagi kurang lebih 100 ribu tenaga kerja. Sedangkan saat beroperasi diperkirakan akan membutuhkan lebih dari 200 ribu tenaga kerja ditambah tenaga kerja yang diperlukan oleh industri turunan dari produk yang dihasilkan.
(akr)
Lihat Juga :