Ahok Kandidat Dirut Pertamina, Pengamat: Tidak Jaminan
Selasa, 09 Juni 2020 - 14:08 WIB
Ahok masuk dalam bursa nama pemimpin baru PT Pertamina (Persero) di tengah isu perombakan bulan ini, dimana menurut pengamat menerangkan sosok Ahok tidak menjadi jaminan sebagai pilihan tepat. Foto/Dok
JAKARTA - Rencana perombakan dalam jajaran direksi PT Pertamina (Persero) telah memunculkan banyak nama calon yang diperkirakan bakal mengisi posisi Direktur Utama perusahaan energi nasional yang baru. Salah satunya Basuki Tjahja Purnama atau Ahok yang saat ini menduduki posisi Komisaris Pertamina, dimana menurut pengamat tidak bisa menjamin bisa memberantas mafia migas.
(Baca Juga: Giliran Direksi Pertamina Akan Dirombak Menteri Erick Bulan Ini )
Seperti diketahui mafia migas menjadi retorika baru dalam rangka menjustifikasi “pengangkatan” Ahok untuk memimpin Pertamina. Namun Pengamat Energi Marwan Batubara mengatakan, sosoknya belum bisa dipastikan jadi pilihan tepat.
"Terlepas bahwa pemberantasan mafia migas merupakan retorika baru dalam rangka menjustifikasi “pengangkatan” Ahok, rakyat harus sadar ketegasan Ahok semasa menjabat Gubernur DKI tidak serta merta bisa menjadi jaminan akan mampu memberantas mafia migas. Sebab, upaya pemberantasan mafia migas sudah dilakukan Jokowi melalui pembentukan TRTKM pada November 2014," kata Marwan saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (9/6/2020).
(Baca Juga: Giliran Direksi Pertamina Akan Dirombak Menteri Erick Bulan Ini )
Seperti diketahui mafia migas menjadi retorika baru dalam rangka menjustifikasi “pengangkatan” Ahok untuk memimpin Pertamina. Namun Pengamat Energi Marwan Batubara mengatakan, sosoknya belum bisa dipastikan jadi pilihan tepat.
"Terlepas bahwa pemberantasan mafia migas merupakan retorika baru dalam rangka menjustifikasi “pengangkatan” Ahok, rakyat harus sadar ketegasan Ahok semasa menjabat Gubernur DKI tidak serta merta bisa menjadi jaminan akan mampu memberantas mafia migas. Sebab, upaya pemberantasan mafia migas sudah dilakukan Jokowi melalui pembentukan TRTKM pada November 2014," kata Marwan saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (9/6/2020).
Lihat Juga :