Pembatasan Masih Berjalan, Aktivitas Masyarakat Sudah Naik 23%

Selasa, 09 Juni 2020 - 15:51 WIB
Riset yang mengacu pada grafik dari Apple Mobility Report itu menunjukkan berkurangnya mobilitas masyarakat sejak 10 Maret, yang berangsur-angsur turun hingga mencapai titik terendahnya pada tanggal 25 Maret, di mana pergerakan masyarakat turun hingga -65%. Sepanjang bulan Maret, mobilitas cenderung stabil dengan kenaikan berkisar antara 1-2% saja.

Memasuki bulan April, penurunan mobilitas masyarakat juga masih bertahan dengan rerata aktifitas -63%. Titik terendah mobilitas warga tercatat pada tanggal 24 April 2020, atau tepatnya di hari pertama puasa Ramadhan dengan persentase rata-rata mobilitas sebesar -67%.

Namun, menginjak awal Mei 2020, mobilitas terlihat mulai naik. Peningkatan mobilitas warga sudah mulai terlihat pada tanggal 1 Mei 2020, saat rerata mobilitas warga berada di angka -62%. Bisa dikatakan tanggal 1 merupakan titik mobilitas terendah di bulan Mei, karena kurva mobilitas terus mengalami kenaikan. Pada tanggal 24 Mei 2020 atau lebih tepatnya saat Hari Raya Idul Fitri, mobilitas sempat mengalami penurunan kembali ke level -51%.

Setelah itu, aktivitas masyarakat kembali bertambah, hingga mencapai titik tertinggi -40% pada tanggal 30 dan 31 Mei 2020. Secara total, sepanjang bulan Mei, rerata mobilitas warga ada di angka -54%, naik 9% dari bulan April. Secara garis besar, terhitung sejak April 2020 hingga Juni 2020, rata-rata mobilitas warga justru meningkat sebesar 23%.

(Baca Juga: Dapur Mulai Tak Ngebul, Mayoritas Warga Setuju Relaksasi PSBB)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!