Pengamat Indef: Kebijakan Kementan Fokus Bantu Petani Tepat
Selasa, 09 Juni 2020 - 16:05 WIB
Dia menyarankan Mentan juga memberikan bantuan kepada zona hijau karena juga terdampak zona merah dalam hal pemasaran produk pangan. “Misalnya, enggak ada orang yang jual, berdampak dong, pemerintah harus lihat ini. Jangan hanya di zona merah saja yang dikasih bantuan. Zona hijau pun terdampak harusnya juga dikasih bantuan,” urainya. (Lihat grafis: Karyawan Perkantoran di DKI Jakarta Siap Bekerja ala Ninja )
Data BPS menyebutkan produksi Januari-Mei 2020: 15,1 juta ton beras dan surplus stock pada akhir Mei sebesar 8,48 juta ton beras. Selanjutnya BPS memprediksi stok beras akhir Juli mencapai 8,13 juta ton. Ini artinya stok banyak dan pangan cukup aman.
“Fine-fine saja, aman-aman. Cuma kan problemnya ada di logistik. Karena ada daerah yang khawatir, sampai bulan Juli ngamanin stok beras sampai panen. Di sinilah peran pemerintah menyerap beras,” tandasnya. (Baca juga: Tes Covid-19 Sebelum Bepergian: Antara Kesehatan, Ribet, dan Biaya yang Mahal )
Mengenai Nilai Tukar Petani (NTP) turun karena pandemi Covid19 hanya situasional saja dan akan segera pulih kembali normal. “NTP akan meningkat selama harga gabah meningkat. Asumsinya harga indeks spendingnya tetap, kalau sama ya sama saja, saling berkejaran, harga jual gabah dibagi dengan indeks yang dibayarkan. Kalau diterima lebih besar dari pengeluaran ya harganya otomatis tinggi,” paparnya.
Data BPS menyebutkan produksi Januari-Mei 2020: 15,1 juta ton beras dan surplus stock pada akhir Mei sebesar 8,48 juta ton beras. Selanjutnya BPS memprediksi stok beras akhir Juli mencapai 8,13 juta ton. Ini artinya stok banyak dan pangan cukup aman.
“Fine-fine saja, aman-aman. Cuma kan problemnya ada di logistik. Karena ada daerah yang khawatir, sampai bulan Juli ngamanin stok beras sampai panen. Di sinilah peran pemerintah menyerap beras,” tandasnya. (Baca juga: Tes Covid-19 Sebelum Bepergian: Antara Kesehatan, Ribet, dan Biaya yang Mahal )
Mengenai Nilai Tukar Petani (NTP) turun karena pandemi Covid19 hanya situasional saja dan akan segera pulih kembali normal. “NTP akan meningkat selama harga gabah meningkat. Asumsinya harga indeks spendingnya tetap, kalau sama ya sama saja, saling berkejaran, harga jual gabah dibagi dengan indeks yang dibayarkan. Kalau diterima lebih besar dari pengeluaran ya harganya otomatis tinggi,” paparnya.
(poe)
Lihat Juga :