Dukung Larangan Ekspor Batu Bara, YLKI: Jangan Hanya Sebulan
Minggu, 02 Januari 2022 - 19:12 WIB
Dia berpendapat, seharusnya pemerintah merevisi kebijakan ekspor batu bara dengan memprioritaskan untuk keperluan DMO (Domestik Market Obligation) terlebih dahulu, bukan sekedar keuntungan ekspor.
Pemulihan ekonomi global memang sedang berjalan, kebutuhan listrik setiap tahunnya terus meningkat, pasar global menjadi pasar yang seksi untuk komoditas batu bara.
Baca juga: Ekspor Batu Bara Dilarang, Kemenhub Tutup Semua Pintu Keluar Pelabuhan
Untuk itu, Tulus berharap sudah seharusnya ekspor komoditas ‘emas hitam’ ini dibatasi. Di samping kebutuhan yang terus meningkat, stok cadangan batu bara di alam Indonesia juga makin lama akan makin menipis. Pasalnya, memulihkan ekonomi Indonesia memerlukan energi lebih.
"Ingat, Indonesia menjadi eksportir batu bara terbesar di dunia, sementara cadangan batu bara di perut bumi Indonesia hanya 2 persen saja dari total cadangan dunia. Aneh bin ajaib kan? Sedangkan pembangkit listrik dibiarkan megap-megap mendapatkan pasokan batu bara," cetusnya.
Pemulihan ekonomi global memang sedang berjalan, kebutuhan listrik setiap tahunnya terus meningkat, pasar global menjadi pasar yang seksi untuk komoditas batu bara.
Baca juga: Ekspor Batu Bara Dilarang, Kemenhub Tutup Semua Pintu Keluar Pelabuhan
Untuk itu, Tulus berharap sudah seharusnya ekspor komoditas ‘emas hitam’ ini dibatasi. Di samping kebutuhan yang terus meningkat, stok cadangan batu bara di alam Indonesia juga makin lama akan makin menipis. Pasalnya, memulihkan ekonomi Indonesia memerlukan energi lebih.
"Ingat, Indonesia menjadi eksportir batu bara terbesar di dunia, sementara cadangan batu bara di perut bumi Indonesia hanya 2 persen saja dari total cadangan dunia. Aneh bin ajaib kan? Sedangkan pembangkit listrik dibiarkan megap-megap mendapatkan pasokan batu bara," cetusnya.
Lihat Juga :