Program B30 Diklaim Menghemat Devisa Rp66,54 Triliun di 2021
Minggu, 16 Januari 2022 - 07:43 WIB
Menteri ESDM Arifin Tasrif. Foto/Dok SINDOnews/Yulianto
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, kebijakan mandatori biodiesel 30% atau B30 mampu mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) khususnya solar dan menghemat devisa. Pada tahun 2021, penghematan devisa yang dihasilkan dari program B30 sebesar Rp66,54 triliun.
Adapun realisasi pemanfaatan biodiesel sepanjang tahun 2021 tercatat sebesar 9,3 juta kiloliter (kl). "Pemanfaatan untuk tahun 2021 mencapai 9,3 kl dan kita bisa menghemat pada tahun 2021 sejumlah Rp66,54 triliun," ujarnya dalam konferensi pers, dikutip Minggu (16/1/2022).
Baca juga: Hati-hati BBM Oplosan, Ini Efek Buruknya Terhadap Mesin Kendaraan
Untuk tahun ini, lanjut Arifin, pemanfaatan biodiesel ditargetkan mencapai 10,1 juta kl. Angka ini naik dari alokasi biodiesel tahun 2021 yang sebesar 9,4 juta kl. "Kebijakan mandatori biodiesel dapat mengurangi impor minyak dan menghemat devisa," ungkap Arifin.
Adapun realisasi pemanfaatan biodiesel sepanjang tahun 2021 tercatat sebesar 9,3 juta kiloliter (kl). "Pemanfaatan untuk tahun 2021 mencapai 9,3 kl dan kita bisa menghemat pada tahun 2021 sejumlah Rp66,54 triliun," ujarnya dalam konferensi pers, dikutip Minggu (16/1/2022).
Baca juga: Hati-hati BBM Oplosan, Ini Efek Buruknya Terhadap Mesin Kendaraan
Untuk tahun ini, lanjut Arifin, pemanfaatan biodiesel ditargetkan mencapai 10,1 juta kl. Angka ini naik dari alokasi biodiesel tahun 2021 yang sebesar 9,4 juta kl. "Kebijakan mandatori biodiesel dapat mengurangi impor minyak dan menghemat devisa," ungkap Arifin.
Lihat Juga :