2 Tahun Menjabat, Intip Sederet Holding BUMN yang Dibentuk Erick Thohir
Selasa, 18 Januari 2022 - 00:38 WIB
Pembentukan Holding BUMN Pangan mendapatkan restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 118 Tahun 2021 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara ke dalam modal saham RNI, dilengkapi dengan KMK 555/KMK.06/2021 tentang Penetapan Nilai PMN ke dalam modal saham RNI yang diteken Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Holding pangan diharapkan dapat menciptakan nilai tambah, efisiensi, penguatan supply chain, hingga inovasi bisnis model yang pada ujungnya merealisasikan kemandirian pangan RI.
Lalu pada Rabu (12/1/2022) lalu, Menteri BUMN Erick Thohir resmi meluncurkan brand baru holding BUMN pangan dengan sebutan ID Food. Dalam kesempatan itu, pemegang saham sekaligus meluncurkan logo baru holding.
Erick menyatakan, salah satu tujuan holding BUMN pangan adalah memperbaiki tata kelola rantai pasok (suply chain) pangan guna mewujudkan ketahanan pangan nasional.
"Tentu kita tidak bicara seluruh Indonesia, kita bicara pihaknya kita dulu, perbaikan suply chain di pangannya BUMN. Kita mergerkan dari delapan perusahaan jadi lima. Kalau kurang kita mergerin lagi, kalau masih bandel kita mergerin lagi. Tapi saya rasa 5 angka yang bagus," ujar Erick dalam peresmian holding pangan di Kawasan Kota Tua, Jakarta.
3. Holding BUMN Pariwisata
Diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Injourney alias Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung diluncurkan pada Kamis (13/1) kemarin. Holding sebelumnya terbentuk pada Oktober 2021 lalu.
Jokowi menyebut holding ini dibentuk dengan tujuan memajukan sektor pariwisata dan memperbaiki tata kelola agar lebih efisien dan sederhana.
Adapun anggota Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung ini antara lain PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), dan PT Sarinah (Persero).
Sementara, induk holding sendiri dipegang oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero). Kementerian BUMN telah menunjuk Dony Oskaria sebagai Direktur Utama Aviasi Pariwisata Indonesia sejak holding terbentuk pada 2021 lalu.
Erick Thohir menaksir total aset Injourney bisa mencapai Rp260 triliun. Dia pun optimistis keberadaan Injourney mampu menciptakan sektor pariwisata dan aviasi dalam satu ekosistem terintegrasi. Oleh karena itu, Kementerian BUMN akan memokuskan holding untuk menggarap pariwisata domestik.
4. Holding BUMN Farmasi
Holding Farmasi terbentuk pada awal 2020, atau tepatnya di bulan Februari. Holding farmasi terdiri atas tiga perusahaan BUMN yakni Bio Farma sebagai induk holding, yang beranggotakan PT Kimia Farma (Persero) Tbk dan PT Indofarma (Persero) Tbk.
Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan tujuan dari pembentukan holding farmasi ini untuk memperkuat kemandirian industri farmasi nasional, meningkatkan ketersediaan produk, dengan menciptakan inovasi bersama dalam penyediaan produk farmasi.
Holding pangan diharapkan dapat menciptakan nilai tambah, efisiensi, penguatan supply chain, hingga inovasi bisnis model yang pada ujungnya merealisasikan kemandirian pangan RI.
Lalu pada Rabu (12/1/2022) lalu, Menteri BUMN Erick Thohir resmi meluncurkan brand baru holding BUMN pangan dengan sebutan ID Food. Dalam kesempatan itu, pemegang saham sekaligus meluncurkan logo baru holding.
Erick menyatakan, salah satu tujuan holding BUMN pangan adalah memperbaiki tata kelola rantai pasok (suply chain) pangan guna mewujudkan ketahanan pangan nasional.
"Tentu kita tidak bicara seluruh Indonesia, kita bicara pihaknya kita dulu, perbaikan suply chain di pangannya BUMN. Kita mergerkan dari delapan perusahaan jadi lima. Kalau kurang kita mergerin lagi, kalau masih bandel kita mergerin lagi. Tapi saya rasa 5 angka yang bagus," ujar Erick dalam peresmian holding pangan di Kawasan Kota Tua, Jakarta.
3. Holding BUMN Pariwisata
Diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Injourney alias Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung diluncurkan pada Kamis (13/1) kemarin. Holding sebelumnya terbentuk pada Oktober 2021 lalu.
Jokowi menyebut holding ini dibentuk dengan tujuan memajukan sektor pariwisata dan memperbaiki tata kelola agar lebih efisien dan sederhana.
Adapun anggota Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung ini antara lain PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), dan PT Sarinah (Persero).
Sementara, induk holding sendiri dipegang oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero). Kementerian BUMN telah menunjuk Dony Oskaria sebagai Direktur Utama Aviasi Pariwisata Indonesia sejak holding terbentuk pada 2021 lalu.
Erick Thohir menaksir total aset Injourney bisa mencapai Rp260 triliun. Dia pun optimistis keberadaan Injourney mampu menciptakan sektor pariwisata dan aviasi dalam satu ekosistem terintegrasi. Oleh karena itu, Kementerian BUMN akan memokuskan holding untuk menggarap pariwisata domestik.
4. Holding BUMN Farmasi
Holding Farmasi terbentuk pada awal 2020, atau tepatnya di bulan Februari. Holding farmasi terdiri atas tiga perusahaan BUMN yakni Bio Farma sebagai induk holding, yang beranggotakan PT Kimia Farma (Persero) Tbk dan PT Indofarma (Persero) Tbk.
Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan tujuan dari pembentukan holding farmasi ini untuk memperkuat kemandirian industri farmasi nasional, meningkatkan ketersediaan produk, dengan menciptakan inovasi bersama dalam penyediaan produk farmasi.
Lihat Juga :