Jerih Payah BP2MI Menjaga Pekerja Migran, Tugas Berat di Tengah Anggaran Seret

Jum'at, 21 Januari 2022 - 19:14 WIB
Sudah seharusnya pemerintah memberikan perhatian yang lebih besar kepada para pekerja migran Indonesia (PMI), penyumbang devisa terbesar kedua bagi negara. Foto/Dok
JAKARTA - Sudah seharusnya pemerintah memberikan perhatian yang lebih besar kepada para pekerja migran Indonesia (PMI) , penyumbang devisa terbesar kedua bagi negara. Pernyataan ini disampaikan oleh Aliansi Mahasiswa dan Milenial Indonesia (AMMI)

Ketua AMMI, Nurkhasanah menyesalkan, masih kurangnya perhatian terhadap pekerja migran. Hal itu bisa disimpulkan dari rendahnya anggaran yang diberikan kepada Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) , lembaga pemerintah non departemen yang mengurusi perlindungan para pekerja migran Indonesia.



“Bayangkan saja, di saat pandemi COVID-19 yang menyulitkan dan memberi kendala besar, selama dua tahun ini BP2MI bisa menempatkan 169 ribu orang pekerja migran Indonesia di luar negeri. Mereka tak hanya mendapatkan penghasilan bagi kesejahteraan keluarga masing-masing, melainkan mendatangkan devisa untuk negara,” kata Nurkhasanah.

Baca Juga: 3.213 Pekerja Migran Jalani Karantina di Wisma Atlet Pademangan

Nurkhasanah mengingatkan, saat ini jerih payah para PMI tersebut mencatatkan sumbangan bagi pemasukan negara rata-rata sebesar Rp 159,6 triliun setiap tahun. Besaran sumbangan devisa negara yang diberikan para pekerja migran itu hanya berselisih Rp 100 miliar dari pemasukan devisa sektor minyak dan gas yang besarnya Rp 159,7 triliun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!