Komite IV DPD Dalami Postur APBN 2022 Bersama Menteri Keuangan
Senin, 24 Januari 2022 - 17:47 WIB
"Kondisi Covid-19 mempengaruhi segala aspek ekonomi bahkan di seluruh dunia, kasus kumulatf 1,6% dari jumlah populasi di Indonesia saat ini masih relatif rendah dibanding negara lainnya. Varian Omicron sudah masuk kita melihat kenaikan meningkat, pemerintah selalu sidang kabinet rutin mengevaluasi ini," ujar Sri Mulyani.
Menurut Sri Mulyani, realisasi belanja APBD Desember 2021 lebih rendah 2,48% dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Namun, pertumbuhan terjadi pada belanja kesehatan 10,6% dan ekonomi 89,6%. Sedangkan belanja pendidikan tumbuh 3,1%. Selain itu, pemerintah dalam melakukan peningkatan akselerasi vaksinasi sudah dalam jalur untuk mencapai 70% dari populasi.
"Di samping itu, Kementerian Keuangan tidak melihat satu aspek dari perekonomian, Covid-19 memukul ekonomi semua negara termasuk Indonesia, posisi utang masih lebih rendah dari PDB sekitar 42%, dibanding negara-negara maju yang utangnya lebih dari 100% PDB-nya," lanjutnya.
Langkah pemulihan ekonomi Pelaksanaan APBN 2021 mencatatkan kinerja positif pendapatan negara melebihi target, belanja negara optimal, pembiayaan anggaran yang lebih efisien di tahun 2021 menjadi modal positif untuk transisi menuju konsolidasi fiskal tahun 2023.
"Tahun 2022 meski sudah menginjak 3 tahun Covid-19 tantangan masih berat, di level negara-negara G-20 kompleksitas kebijakan pemerintah masih mendominasi, Indonesia akan terus menjaga pasar keuangan meskipun dari sisi subsidi pemerintah terhadap berbagai sektor akan naik," ungkap Sri Mulyani.
Realisasi TKDD tahun 2021 tercatat mencapai Rp785,7 triliun (98,8% dari APBN) untuk mendukung daerah dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Sedangkan realisasi pembiayaan utang Rp867,4 triliun (73,7% APBN) berkurang hingga Rp310 triliun dari target APBN 2021 seiring menurunnya defisit APBN.
Menurut Sri Mulyani, realisasi belanja APBD Desember 2021 lebih rendah 2,48% dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Namun, pertumbuhan terjadi pada belanja kesehatan 10,6% dan ekonomi 89,6%. Sedangkan belanja pendidikan tumbuh 3,1%. Selain itu, pemerintah dalam melakukan peningkatan akselerasi vaksinasi sudah dalam jalur untuk mencapai 70% dari populasi.
"Di samping itu, Kementerian Keuangan tidak melihat satu aspek dari perekonomian, Covid-19 memukul ekonomi semua negara termasuk Indonesia, posisi utang masih lebih rendah dari PDB sekitar 42%, dibanding negara-negara maju yang utangnya lebih dari 100% PDB-nya," lanjutnya.
Langkah pemulihan ekonomi Pelaksanaan APBN 2021 mencatatkan kinerja positif pendapatan negara melebihi target, belanja negara optimal, pembiayaan anggaran yang lebih efisien di tahun 2021 menjadi modal positif untuk transisi menuju konsolidasi fiskal tahun 2023.
"Tahun 2022 meski sudah menginjak 3 tahun Covid-19 tantangan masih berat, di level negara-negara G-20 kompleksitas kebijakan pemerintah masih mendominasi, Indonesia akan terus menjaga pasar keuangan meskipun dari sisi subsidi pemerintah terhadap berbagai sektor akan naik," ungkap Sri Mulyani.
Realisasi TKDD tahun 2021 tercatat mencapai Rp785,7 triliun (98,8% dari APBN) untuk mendukung daerah dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Sedangkan realisasi pembiayaan utang Rp867,4 triliun (73,7% APBN) berkurang hingga Rp310 triliun dari target APBN 2021 seiring menurunnya defisit APBN.
Lihat Juga :