Erick Thohir Wanti-wanti Soal Monopoli Penerbangan Nasional dan Dampak Buruknya
Rabu, 26 Januari 2022 - 23:43 WIB
Menurut dia, monopoli oleh salah satu perusahaan penerbangan nasional akan berdampak pada sejumlah sektor bisnis. Mulai dari tidak berkembangnya sektor pariwisata hingga tidak ada tempat baru bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
"(Monopoli penerbangan) yang akhirnya tiketnya jadi mahal. Kalau tiketnya jadi mahal berarti industri pariwisata tidak berkembang. Kalau industri pariwisata tidak berkembang, UMKM juga tidak punya tempat untuk penghasilan baru," tuturnya.
Dalam proses restrukturisasi Garuda, Erick memang mengusulkan agar pembayaran utang emiten berkode saham GIAA itu kepada kreditur hanya 19% dari total utang Rp189 triliun. Dia menyebut usulan itu dalam rangka memulihkan keuangan Garuda.
Baca juga: HUT ke-73 Garuda Tebar Diskon Tiket Pesawat hingga 50%, Cek Rutenya!
Di lain sisi, Kementerian BUMN juga menargetkan restrukturisasi Garuda mencapai lebih dari 50%. Persentase itu menggambarkan persetujuan lessor atau perusahaan penyewa pesawat untuk memberikan persetujuan restrukturisasi.
"(Monopoli penerbangan) yang akhirnya tiketnya jadi mahal. Kalau tiketnya jadi mahal berarti industri pariwisata tidak berkembang. Kalau industri pariwisata tidak berkembang, UMKM juga tidak punya tempat untuk penghasilan baru," tuturnya.
Dalam proses restrukturisasi Garuda, Erick memang mengusulkan agar pembayaran utang emiten berkode saham GIAA itu kepada kreditur hanya 19% dari total utang Rp189 triliun. Dia menyebut usulan itu dalam rangka memulihkan keuangan Garuda.
Baca juga: HUT ke-73 Garuda Tebar Diskon Tiket Pesawat hingga 50%, Cek Rutenya!
Di lain sisi, Kementerian BUMN juga menargetkan restrukturisasi Garuda mencapai lebih dari 50%. Persentase itu menggambarkan persetujuan lessor atau perusahaan penyewa pesawat untuk memberikan persetujuan restrukturisasi.
Lihat Juga :