Siap-siap! Harga Kopi Starbucks Bakal Makin Mahal, Ini Sebabnya

Jum'at, 04 Februari 2022 - 11:33 WIB
Dalam tiga bulan yang berakhir pada 2 Januari, penjualan di gerai Starbucks (SBUX) yang dibuka setidaknya selama 13 bulan melonjak 13% secara global dan 18% di Amerika Utara. Hal ini sebagian tidak terpengaruh oleh harga yang lebih tinggi, kata perusahaan itu Selasa waktu setempat.

"Kami belum melihat dampak yang berarti terhadap permintaan pelanggan," ucap Chief Operating Officer Starbucks John Culver.

"Sebaliknya, permintaan pelanggan kami terus tumbuh,” tambah dia.

Ini adalah contoh lain dari kenaikan harga di AS, memukul dompet konsumen dan mempengaruhi keuntungan perusahaan.

Indeks harga konsumen AS, pengukur inflasi utama, naik 7% tahun lalu, sebelum penyesuaian musiman, Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan. Itu adalah lonjakan terbesar sejak Juni 1982, dan lebih tinggi dari perkiraan para ekonom.

Seperti banyak perusahaan lain, selain inflasi, Starbucks juga menghadapi biaya tenaga kerja yang lebih tinggi. Beberapa perusahaan besar menaikkan upah dalam upaya untuk menarik pelamar karena bisnis, terutama restoran, telah berjuang mencari pekerja di tengah upaya pemulihan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!