Erick Minta Saran Sri Mulyani dan Menteri Basuki Sebelum Tentukan Direksi BUMN

Jum'at, 12 Juni 2020 - 21:18 WIB
Selain itu, proses penunjukan direksi juga didasarkan rekomendasi dari kementerian teknis yang membidangi sektor di mana BUMN berkecimpung. Pola lainnya, Erick juga mempertimbangkan persepsi publik dalam memilih direksi BUMN. Sebab, perseroan sejatinya memiliki ekosistem, misalnya bekerja dengan swasta, desa, universitas, dan pihak lainnya

“Proses yang dilakukan sekarang berbeda. Selain internal assessment dengan talent pool-nya. Kami juga melibatkan menteri terkait, karena mereka membantu saya untuk memastikan pekerjaannya benar apa tidak,” tukasnya.

Seperti diketahui, Erick mengganti Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto dengan Entus Asnawi Mukhson yang sebelumnya merupakan Direktur Keuangan Adhi Karya. Lalu, Direktur Utama PTPP Lukman Hidayat digantikan Novel Arsyad yang pernah menduduki kursi Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Sistem Wijaya Karya. Kemudian, Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo diganti Budi Harto yang sebelumnya Direktur Utama Adhi Karya.

Selanjutnya, Direktur Utama Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra digantikan Destiawan Soewardjono yang sebelumnya Direktur Wijaya Karya. Terakhir, Erick mencopot Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana dan menggantinya dengan Agung Budi Waskito dari Direktur Operasional I Wijaya Karya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!