Selamatkan Keuangan BUMN Karya lewat PMO, Ini Harapan Hutama Karya

Selasa, 15 Februari 2022 - 21:24 WIB
Di lain sisi, Hutama Karya menargetkan nilai kontrak baru pada 2022 mencapai Rp 35,4 triliun. Perolehan nilai kontrak baru diproyeksi didominasi oleh sektor jalan dan jembatan. Nilai kontrak baru yang ditargetkan sejalan dengan optimisme perseroan bahwa sektor konstruksi akan kembali pulih (recovery) pada tahun ini. Target perseroan dalam pembangunan infrastruktur Ibu Kota Baru (IKN) atau Nusantara pun menjadi alasan lainnya.

Adapun nilai kontrak konstruksi sepanjang tahun 2021 mencapai Rp 11,47 triliun yang meliputi Kerjasama Operasional (KSO) sebesar Rp 4,70 triliun dan Non-KSO sebesar Rp 6,77 triliun. Selain itu per september 2021 EBITDA perusahaan meningkat 36,7%, dan ekuitas perusahaan tumbuh hingga 13,1%.

Pada tahun 2022 ini, perusahaan menargetkan selesai dan beroperasinya ruas Tol Bengkulu – Taba Penanjung sepanjang 17,6 Km, Tol Pekanbaru – Bangkinang sepanjang 31 Km, dan Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 2 sepanjang 6 Km.

Sepanjang 2021 hingga awal 2022, Hutama Karya berhasil menyelesaikan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan beberapa proyek infrastruktur jasa konstruksi lainnya, antara lain konstruksi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Medan – Binjai seksi 1 (Tanjung Mulia – Marelan) sepanjang 4,2 Km, Ruas Sigli – Banda Aceh seksi 3 (Jantho –Indrapuri) sepanjang 16 Km, dan Ruas Binjai – Langsa Seksi 1 Binjai Stabat sepanjang 11,8 Km.

Baca Juga: 2 BUMN Karya Disuntik PMN Rp16,9 T, Erick Thohir: Alhamdulilah HK Dibantu Pemerintah
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!