Ini Jurus AP II Jaga Bisnis dan Operasional 19 Bandara di Tengah Covid-19
Minggu, 14 Juni 2020 - 10:55 WIB
PT Angkasa Pura II (Persero) sejak Maret 2020 menjalankan mode mempertahankan kelangsungan bisnis (business survival) untuk bertahan dan tetap mendukung konektivitas udara nasional. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Selama pandemi Covid-19 berlangsung, pergerakan orang menggunakan transportasi pesawat udara berkurang secara signifikan dan berdampak besar terhadap industri penerbangan. Namun demikian, konektivitas udara tetap perlu dipertahankan untuk mempercepat penanganan Covid-19.
Sejalan dengan itu, PT Angkasa Pura II (Persero) pun tetap mengoperasikan 19 bandaranya untuk melayani penerbangan. President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, agar dapat bertahan di situasi ini, perseroan menekan biaya operasional, memangkas belanja modal (capital expenditure/capex) dan memperketat manajemen arus kas (cash flow management).
Tiga program tersebut, jelas dia, merupakan bagian dari upaya mempertahankan kelangsungan bisnis (business survival) yang dijalankan sejak Maret 2020 atau saat pandemi ditetapkan, supaya konektivitas udara Indonesia tetap terjaga.
"Fokus di dalam business survival itu adalah memperhitungkan pengeluaran dengan ketat melalui program Cost Leadership; lalu memangkas capex; serta memperketat cash flow management," ujar Muhammad Awaluddin dalam keterangan resminya, Minggu (14/6/2020).
Sejalan dengan itu, PT Angkasa Pura II (Persero) pun tetap mengoperasikan 19 bandaranya untuk melayani penerbangan. President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, agar dapat bertahan di situasi ini, perseroan menekan biaya operasional, memangkas belanja modal (capital expenditure/capex) dan memperketat manajemen arus kas (cash flow management).
Tiga program tersebut, jelas dia, merupakan bagian dari upaya mempertahankan kelangsungan bisnis (business survival) yang dijalankan sejak Maret 2020 atau saat pandemi ditetapkan, supaya konektivitas udara Indonesia tetap terjaga.
"Fokus di dalam business survival itu adalah memperhitungkan pengeluaran dengan ketat melalui program Cost Leadership; lalu memangkas capex; serta memperketat cash flow management," ujar Muhammad Awaluddin dalam keterangan resminya, Minggu (14/6/2020).
Lihat Juga :