Pertahankan Bisnis, AP II Perketat Biaya Operasional di 19 Bandara
Senin, 15 Juni 2020 - 08:55 WIB
Foto/Ilustrasi/Antara
JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II menyiapkan tiga program yang merupakan bagian dari upaya mempertahankan kelangsungan bisnis (business survival) yang dijalankan sejak Maret 2020 atau saat pandemi ditetapkan, supaya konektivitas udara Indonesia tetap terjaga.
President Director Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan perseroan menekan biaya operasional, memangkas belanja modal (capital expenditure/capex) dan memperketat manajemen arus kas (cash flow management). (Baca: Lawan Covid-19, Masyarakat Diajak Terapkan Hidup Sehat)
“Fokus di dalam business survival itu adalah memperhitungkan pengeluaran dengan ketat melalui program Cost Leadership; lalu memangkas capex; serta memperketat cash flow management,” kata Awaluddin di Jakarta, kemarin.
Pada awal 2020 Angkasa Pura II menetapkan capex Rp7,8 triliun, namun seiring dengan pandemi, capex dipangkas menjadi Rp1,4 triliun, dan kemudian diperketat lagi menjadi Rp1,1 triliun.
Capex tahun ini khusus digunakan untuk proyek yang bersifat multiyears, pemeliharaan fasilitas guna menjamin keamanan, keselamatan, pelayanan, serta perumusan desain Terminal 4 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
“Tahun ini bukan tahun ekspansi bagi Angkasa Pura II karena kami memperhitungkan segala sesuatunya di tengah pandemi ini,” ujar Awaluddin. (Baca juga: Lola Amaria Bicara Nasib Pekerja Film di Era New Normal)
President Director Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan perseroan menekan biaya operasional, memangkas belanja modal (capital expenditure/capex) dan memperketat manajemen arus kas (cash flow management). (Baca: Lawan Covid-19, Masyarakat Diajak Terapkan Hidup Sehat)
“Fokus di dalam business survival itu adalah memperhitungkan pengeluaran dengan ketat melalui program Cost Leadership; lalu memangkas capex; serta memperketat cash flow management,” kata Awaluddin di Jakarta, kemarin.
Pada awal 2020 Angkasa Pura II menetapkan capex Rp7,8 triliun, namun seiring dengan pandemi, capex dipangkas menjadi Rp1,4 triliun, dan kemudian diperketat lagi menjadi Rp1,1 triliun.
Capex tahun ini khusus digunakan untuk proyek yang bersifat multiyears, pemeliharaan fasilitas guna menjamin keamanan, keselamatan, pelayanan, serta perumusan desain Terminal 4 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
“Tahun ini bukan tahun ekspansi bagi Angkasa Pura II karena kami memperhitungkan segala sesuatunya di tengah pandemi ini,” ujar Awaluddin. (Baca juga: Lola Amaria Bicara Nasib Pekerja Film di Era New Normal)
Lihat Juga :