Penambangan Kripto Ilegal di Malaysia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Sabtu, 26 Februari 2022 - 07:48 WIB
Tahun lalu, pihak berwenang Malaysia telah menghancurkan 1.069 mesin penambangan Bitcoin yang disita. Selain itu ada juga mesin penambangan bernilai USD1,2 juta. Ditambah ada delapan ditangkap karena mencuri listrik yang nilainya setara USD2 juta untuk memberi daya pada komputer saat menambang.

- Legalitas Tambang Kripto di Malaysia

Bank sentral Malaysia sendiri menyatakan, bahwa cryptocurrency bukan alat pembayaran yang sah di negara ini, namun penambangan Bitcoin berada dalam area abu-abu. Namun, sampai saat ini, pihak berwenang belum memberikan jawaban yang jelas tentang legalitas penambangan crypto.

Namun tetap saja, penambangan crypto dianggap legal di Malaysia. Menurut kepala operasi dewan listrik nasional - TNB Wan Nazmy Wan Mahmood, mengutarakan kegiatan penambangan crypto bukanlah pelanggaran. Perusahaan dan individu yang tertarik harus menyerahkan aplikasi mereka ke TNB.

Baca Juga: Saat Harga Kripto Berjatuhan, Miliarder Mike Novogratz Tetap Setia pada Bitcoin

Luno, salah satu perdagangan crypto yang diatur Malaysia, mengatakan kepada FX Empire bahwa pihak berwenang Malaysia mungkin perlu mengatur dan memastikan lingkungan yang kondusif untuk penambangan Bitcoin.

"Industri pertambangan yang sehat di Malaysia dapat meningkatkan pendapatan bagi negara, serta tambahan investasi asing langsung ke Malaysia, dan juga menciptakan lapangan kerja yang sangat terampil bagi populasi kita," terangnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!