Riset: Masyarakat Rugi Rp3,38 Triliun Gara-gara Krisis Minyak Goreng

Minggu, 13 Maret 2022 - 07:55 WIB
“Estimasi kerugian ini masih konservatif, karena belum memperhitungkan periode pasca 19 Januari 2022. Meski pasca 19 Januari 2022 harga minyak goreng secara resmi turun, namun pasokan minyak goreng murah ini sangat terbatas bahkan tidak tersedia di banyak tempat,” kata Direktur Ideas Yusuf Wibisono dalam keterangannya, dikutip Minggu (13/3/2022).

Dia melanjutkan, jika selama periode kelangkaan minyak goreng yang terjadi pasca kebijakan harga eceran tertinggi (HET) masyarakat berupaya mempertahankan konsumsi minyak gorengnya dengan terpaksa membeli lebih mahal dari HET, maka kerugian masyarakat akan jauh lebih besar lagi.

“Kenaikan harga dan kelangkaan minyak goreng ini sangat ironis karena Indonesia adalah produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Pada 2020, luas perkebunan kelapa sawit telah menembus 14,5 juta hektar dengan produksi minyak sawit mentah (CPO/crude palm oil) di kisaran 45 juta ton,” bebernya.

Baca juga: Memilukan! Ibu Muda Meninggal saat Antre Berdesakan Beli Minyak Goreng di Berau Kaltim

Menurut dia, krisis minyak goreng ini harus diakhiri secepatnya karena minyak goreng kini merupakan salah satu kebutuhan pokok terpenting masyarakat, terlebih bulan Ramadhan akan segera datang.

“Pada 2021, konsumsi minyak goreng nasional kami perkirakan berada di kisaran 3,3 miliar liter, dengan pengeluaran per tahun masyarakat untuk membeli minyak goreng mencapai Rp43 triliun, dengan harga beli rata-rata sekitar Rp13 ribu per liter,“ urainya.

Dengan jumlahnya yang signifikan, kelas menengah di Indonesia mendominasi konsumsi minyak goreng nasional. Adapun rinciannya, kelas pengeluaran/kapita/bulan Rp1-3 juta yang merupakan 40,7% dari populasi, menyumbang hingga 46,4% konsumsi minyak goreng nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!