Terungkap Bukti Baru Kasus Korupsi Roman Abramovich di Tengah Pemburuan Aset Miliarder Rusia

Selasa, 15 Maret 2022 - 15:01 WIB
BBC tidak dapat memverifikasi hal itu, tetapi pemeriksaan dengan sumber lain di Rusia telah mendukung banyak rincian dalam dokumen berjumlah lima halaman. Dalam dokumen itu memperlihatkan bahwa pemerintah Rusia sudah ditipu sebesar USD2,7 miliar dalam kesepakatan Sibneft, sebuah klaim yang didukung oleh penyelidikan parlemen Rusia tahun 1997.

Dokumen itu juga mengatakan, bahwa pihak berwenang Rusia ingin menuntut Abramovich dengan tuduhan penipuan. Dikatakan: "Penyelidik Departemen Kejahatan Ekonomi sampai pada kesimpulan bahwa jika Abramovich dapat dibawa ke pengadilan, dia akan menghadapi tuduhan penipuan",.

Panorama melacak mantan kepala jaksa Rusia, yang menyelidiki kesepakatan itu pada 1990-an. Yuri Skuratov tidak tahu tentang dokumen rahasia itu, tetapi dia secara independen mengkonfirmasi banyak detail tentang penjualan Sibneft.

Skuratov mengataka,n kepada program tersebut: "Pada dasarnya, itu adalah skema penipuan, di mana mereka yang mengambil bagian dalam privatisasi membentuk satu kelompok kriminal yang memungkinkan Abramovich dan Berezovsky untuk menipu pemerintah dan perusahaan tidak membayar uang sebagaimana mestinya,".

Dokumen itu juga menunjukkan Abramovich dilindungi oleh mantan Presiden Rusia, Boris Yeltsin. Dikatakan dalam file penegakan hukum itu tentang Abramovich dipindahkan ke Kremlin dan bahwa penyelidikan oleh Skuratov dihentikan oleh presiden.

Dokumen itu mengatakan: "Skuratov sedang mempersiapkan kasus pidana untuk penyitaan Sibneft atas dasar penyelidikan privatisasinya. Penyelidikan dihentikan oleh Presiden Yeltsin... Skuratov diberhentikan dari jabatannya."

Skuratov dipecat setelah terkuak rekaman seks pada tahun 1999. Dia mengatakan, video tersebut hasil rekayasa untuk mendiskreditkan dia dan penyelidikannya. "Semua ini jelas politis, karena dalam penyelidikan saya, saya sangat dekat dengan keluarga Boris Yeltsin, termasuk melalui penyelidikan privatisasi Sibneft ini."

Abramovich tetap berada di lingkaran dalam Kremlin ketika Vladimir Putin berkuasa pada tahun 2000. Dokumen rahasia itu juga berisi rincian lelang lain yang terendus ada kecurangan dua tahun kemudian, yang melibatkan perusahaan minyak Rusia bernama Slavneft.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!