Makin Ramai, Hari Kedua MNC Group Investor Forum 2022 Hadirkan TLKM, UVCR, MTEL, MSIN & BCAP

Selasa, 15 Maret 2022 - 19:18 WIB
Direktur PT Trimegah Karya Pratama Tbk Riky Boy H. Permata memaparkan bahwa UVCR memahami bahwa masyarakat Indonesia sangat menyukai voucher, cashback maupun discount. Bisnis inilah yang menjadi produk utama UVCR dengan harapan UVCR dapat membuat sistem pembelian voucher yang lebih mudah dan efektif.

“Kami memiliki coverage area yang terdiri dari lebih 450 merchants dan 40.000 outlets. Selain itu, kami juga telah memiliki lebih dari 600 corporate clients. Di tahun 2022, kami memiliki target untuk menjadi pemimpin bukan hanya di industri voucher namun juga industri rewards. UVCR juga berkomitmen untuk mencapai target tersebut, inovasi terhadap produk dan servis yang ditawarkan dapat menjadi value added dari UVCR terhadap customer,” jelas Riky.

Chief Investment Officer PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk Hendra Purnama mengutarakan bahwa MTEL merupakan salah satu emiten yang bergerak di bidang menara operator jaringan seluler dengan lebih dari 28.000 menara dan 42.000 tenants. MTEL berkontribusi besar dalam pengembangan komunikasi di seluruh penjuru Indonesia.

“MTEL menggunakan sumber energi yang berbasis ramah lingkungan untuk sites yang terletak di remote areas. Selanjutnya, MTEL memiliki target pertumbuhan bisnis untuk penyewaan menara, solusi proyek, serta pengembangan edge infra solution dan fiber optic pada tahun 2022,” jelas Hendra.

Direktur Investor Relations PT MNC Digital Entertainment Tbk (sebelumnya PT MNC Studios International Tbk) Omar Giri Valliappan menjelaskan MNC Digital adalah nama baru untuk MSIN dengan harapan emiten ini dapat menjadi perusahaan terdepan di industri media di Indonesia. Omar menyebutkan pihaknya memiliki peluang untuk NFT monetization dengan content library Perseroan sebesar lebih dari 300.000 jam.

“Kami menjadi emiten terdepan di industri media dengan dominasi market share di berbagai kategori konten, seperti drama (37%), animasi (56,5%), reality show (48%), dan infotainment (31%)," ungkap Omar.

"Kami juga memiliki target untuk menciptakan Movieland sebagai creative economical hub yang terbesar di Asia Tenggara. Mengusung konsep Mini Hollywood, Movieland Lido City yang berukuran 21 hektar ini diharapkan dapat membuat produksi film menjadi lebih efektif karena seluruh proses produksi dilakukan di tempat yang sama,” imbuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!