Pemerintah Prioritaskan Dukungan ke UMKM dan Wirausaha Muda
Kamis, 17 Maret 2022 - 13:11 WIB
Menko Ekonomi Airlangga Hartarto di acara Talk Show yang diselenggarakan Harvard Club of Indonesia secara virtual, Rabu (16/3/2022). FOTO/MNC Media
JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak bagi perekonomian dunia dan menciptakan berbagai tantangan bagi perekonomian Indonesia, namun demikian perekonomian global diproyeksikan masih akan melanjutkan tren pemulihan. Pemerintah juga terus melakukan berbagai upaya guna memulihkan kembali perekonomian nasional, sekaligus tetap fokus dalam upaya penanganan pandemi Covid-19.
Di bidang kesehatan guna pengendalian Covid-19, Pemerintah telah melaksanakan program intervensi kesehatan yaitu deteksi, pengawasan, terapi, vaksinasi, dan protokol kesehatan. Di bidang ekonomi, telah diterapkan program jaring pengaman yang diperlukan melalui Program Ekonomi Nasional (PEN) untuk melunakkan dampak pandemi beserta kebijakan pemulihan ekonomi, seperti kebijakan fiskal dan moneter. Reformasi struktural berupa Undang-Undang Cipta Kerja dan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan juga dibentuk guna mendukung transformasi ekonomi di Indonesia.
“Di masa pandemi Covid-19, Indonesia menjadi salah satu negara yang melakukan reformasi struktural melalui UU Cipta kerja. Dan akhir tahun lalu, kita telah mengharmonisasi regulasi perpajakan melalui UU HPP,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara bertajuk “Talkshow on Political, Economic, and Social Transformation in Indonesia in the Post-Pandemic Period”, yang merupakan rangkaian dari Global Networking Night yang diselenggarakan Harvard Club of Indonesia secara virtual, Rabu (16/3/2022).
Baca Juga: Presidensi G20 Momentum Dorong Peningkatan Sektor Pertanian
Sejauh ini, Indonesia telah menavigasi pandemi dengan cukup baik. Kemajuan pemulihan ekonomi Indonesia juga terus berjalan dengan baik dan kembali tumbuh positif, meski sempat terkontraksi pada tahun 2020. Mengacu pada klasifikasi Bank Dunia, Indonesia diperkirakan kembali masuk ke kelompok Upper-Middle Income Countries pada tahun 2021.
Pandemi Covid-19 juga menjadi katalis transformasi digital. Nilai Gross Merchandise Value (GMV) ekonomi internet Indonesia pada tahun 2025 diprediksi akan mencapai nilai USD146 miliar, dibandingkan dengan tahun 2021 sebesar USD70 miliar. Sebanyak 98% pedagang digital kini menerima pembayaran digital, 59% di antaranya kini mengadopsi solusi pinjaman digital, dan 69% mengharapkan untuk meningkatkan penggunaan alat pemasaran.
Di bidang kesehatan guna pengendalian Covid-19, Pemerintah telah melaksanakan program intervensi kesehatan yaitu deteksi, pengawasan, terapi, vaksinasi, dan protokol kesehatan. Di bidang ekonomi, telah diterapkan program jaring pengaman yang diperlukan melalui Program Ekonomi Nasional (PEN) untuk melunakkan dampak pandemi beserta kebijakan pemulihan ekonomi, seperti kebijakan fiskal dan moneter. Reformasi struktural berupa Undang-Undang Cipta Kerja dan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan juga dibentuk guna mendukung transformasi ekonomi di Indonesia.
“Di masa pandemi Covid-19, Indonesia menjadi salah satu negara yang melakukan reformasi struktural melalui UU Cipta kerja. Dan akhir tahun lalu, kita telah mengharmonisasi regulasi perpajakan melalui UU HPP,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara bertajuk “Talkshow on Political, Economic, and Social Transformation in Indonesia in the Post-Pandemic Period”, yang merupakan rangkaian dari Global Networking Night yang diselenggarakan Harvard Club of Indonesia secara virtual, Rabu (16/3/2022).
Baca Juga: Presidensi G20 Momentum Dorong Peningkatan Sektor Pertanian
Sejauh ini, Indonesia telah menavigasi pandemi dengan cukup baik. Kemajuan pemulihan ekonomi Indonesia juga terus berjalan dengan baik dan kembali tumbuh positif, meski sempat terkontraksi pada tahun 2020. Mengacu pada klasifikasi Bank Dunia, Indonesia diperkirakan kembali masuk ke kelompok Upper-Middle Income Countries pada tahun 2021.
Pandemi Covid-19 juga menjadi katalis transformasi digital. Nilai Gross Merchandise Value (GMV) ekonomi internet Indonesia pada tahun 2025 diprediksi akan mencapai nilai USD146 miliar, dibandingkan dengan tahun 2021 sebesar USD70 miliar. Sebanyak 98% pedagang digital kini menerima pembayaran digital, 59% di antaranya kini mengadopsi solusi pinjaman digital, dan 69% mengharapkan untuk meningkatkan penggunaan alat pemasaran.
Lihat Juga :