IHSG Tembus 7.000, Dirut BEI: Berkat Kerja Sama Seluruh Stakeholder

Kamis, 17 Maret 2022 - 18:19 WIB
Inarno mengatakan, indeks sampai 23 Februari 2022 pada saat terjadinya invasi Rusia ke Ukraina menunjukkan pertumbuhan negatif yaitu -1,48%. Kedati demikian, bursa yang paling besar terkoreksi adalah Rusia sebesar 33,28%.

Baca Juga: Memanas, Putin Didesak Mengebom Situs Tes Senjata Terbesar AS

"Tapi bagaimana post invasi? Setelah invasi ya kita lihat alhamdulillah ya dari 25 Februari sampai catatan saya sampai 11 Maret itu justru growth kita itu cukup bagus. Kita lihat bahwa kita bertumbuh 1,54%," jelasnya.

Hal ini menurutnya merupakan suatu yang pencapaian yang luar biasa. Dia menilai capaian itu boleh dibilang sebagai windfall gain dari serangan Rusia ke Ukraina.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!