Strategi Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Dinilai Sudah Tepat
Sabtu, 19 Maret 2022 - 09:00 WIB
Pemulihan ekonomi nasional yang menjadi strategi pemerintah secara komprehensif mencakup berbagai tatanan ekonomi masyarakat, mulai dari jaring pengaman sosial, dukungan terhadap UMKM, penciptaan lapangan pekerjaan melalui reformasi struktural oleh Undang-Undang Cipta Kerja, hingga harmonisasi regulasi perpajakan sebagai bentuk transformasi dari sisi fiskal.
Pemerintah, lanjut Airlangga, juga telah mempersiapkan sejumlah instrumen, mulai dari anggaran negara, proteksi sosial untuk masyarakat yang paling rentan terhadap economic shock yang diakibatkan oleh pandemi, seperti pekerja harian dan pekerja informal. Tidak hanya itu, pemerintah juga melakukan reformasi sejumlah regulasi yang akan menciptakan sebuah ekosistem yang lebih kondusif bagi pelaku usaha, baik UMKM hingga korporasi.
"Anggaran penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional mencapai Rp695,2 triliun pada tahun 2020. Pada tahun 2021, anggaran ini kami tingkatkan menjadi Rp744,77 triliun, dan tahun 2022 di-budget-kan Rp455,62 triliun," ungkap Airlangga.
Airlangga menekankan, pendekatan penanganan Covid-19 yang diambil oleh Indonesia memang berbeda dengan negara lain karena tidak menerapkan lockdown. Sejak awal strategi kita tidak pernah menerapkan lockdown ketat.
Gas dan rem antara health interventions dengan ekonomi nasional prinsipnya harus seimbang. Karena pemerintah telah mempertimbangkan struktur ekonomi dan tatanan sosial masyarakat Indonesia.
Pemerintah, lanjut Airlangga, juga telah mempersiapkan sejumlah instrumen, mulai dari anggaran negara, proteksi sosial untuk masyarakat yang paling rentan terhadap economic shock yang diakibatkan oleh pandemi, seperti pekerja harian dan pekerja informal. Tidak hanya itu, pemerintah juga melakukan reformasi sejumlah regulasi yang akan menciptakan sebuah ekosistem yang lebih kondusif bagi pelaku usaha, baik UMKM hingga korporasi.
"Anggaran penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional mencapai Rp695,2 triliun pada tahun 2020. Pada tahun 2021, anggaran ini kami tingkatkan menjadi Rp744,77 triliun, dan tahun 2022 di-budget-kan Rp455,62 triliun," ungkap Airlangga.
Airlangga menekankan, pendekatan penanganan Covid-19 yang diambil oleh Indonesia memang berbeda dengan negara lain karena tidak menerapkan lockdown. Sejak awal strategi kita tidak pernah menerapkan lockdown ketat.
Gas dan rem antara health interventions dengan ekonomi nasional prinsipnya harus seimbang. Karena pemerintah telah mempertimbangkan struktur ekonomi dan tatanan sosial masyarakat Indonesia.
Lihat Juga :