Luhut Sebut Investor Abu Dhabi Siap Kucurkan Rp284 Triliun Danai IKN
Minggu, 20 Maret 2022 - 09:20 WIB
Luhut mengatakan soal investor IKN sudah tidak ada masalah, karena saat ini terkait rencana investor dari Abu Dhabi, pejabat terkait pemerintah Uni Emirat Arab telah mengucurkan investasi USD20 miliiar atau Rp284 triliun (kurs Rp14.200) untuk proyek IKN Nusantara.
“Negosiasi terus dilakukan oleh Pemerintah RI. Negosiasi awal untuk lima negara itu dilakukan terlebih dahulu terhadap negara Arab Saudi, Abu Dhabi, dan China Tiongkok. Tak hanya itu, pemerintah juga masih optimistis adanya pendanaan proyek IKN dibiayai oleh investor lokal,” tambahnya.
Sebelumnya, Menko Luhut menyatakan Soft Bank yang berasal dari Jepang menyatakan mundur. Kini dewan pengarah diisi ole Putra, dan Mantan Perdana Menteri Inggris periode 1997-2007, yaitu Tony Blair yang berasal dari negara inggris.
Baca juga: Kisah Kiai Mahrus Aly Lirboyo, Kirim Santri Syafii Sulaiman Menyusup dan Lucuti Senjata Jepang
"Dari pengusaha lokal kita juga banyak yang mau. Sementara dari Pemerintah Saudi nanti kita lihat lagi negosiasi nanti. Terus nanti mungkin dari konsorsium Abu Dhabi dengan Tiongkok. Nanti seterusnya kita lakukan negosiasi dengan negara lain," pungkas Luhut.
“Negosiasi terus dilakukan oleh Pemerintah RI. Negosiasi awal untuk lima negara itu dilakukan terlebih dahulu terhadap negara Arab Saudi, Abu Dhabi, dan China Tiongkok. Tak hanya itu, pemerintah juga masih optimistis adanya pendanaan proyek IKN dibiayai oleh investor lokal,” tambahnya.
Sebelumnya, Menko Luhut menyatakan Soft Bank yang berasal dari Jepang menyatakan mundur. Kini dewan pengarah diisi ole Putra, dan Mantan Perdana Menteri Inggris periode 1997-2007, yaitu Tony Blair yang berasal dari negara inggris.
Baca juga: Kisah Kiai Mahrus Aly Lirboyo, Kirim Santri Syafii Sulaiman Menyusup dan Lucuti Senjata Jepang
"Dari pengusaha lokal kita juga banyak yang mau. Sementara dari Pemerintah Saudi nanti kita lihat lagi negosiasi nanti. Terus nanti mungkin dari konsorsium Abu Dhabi dengan Tiongkok. Nanti seterusnya kita lakukan negosiasi dengan negara lain," pungkas Luhut.
(uka)
Lihat Juga :