Pentingnya Edukasi Pengelolaan Keuangan di Tengah Pertumbuhan Pesat P2P Lending

Selasa, 22 Maret 2022 - 15:52 WIB
"Sebagai public figure yang juga tak bisa lepas dari dunia fintech, aku cukup yakin bahwa masih banyak orang di sekitarku yang masih menggunakan produk fintech itu sendiri, salah satunya fintech lending. Sehingga aku pengin banget ikut mendukung edukasi kepada mereka,” tutur Yuki Kato.

Sedangkan Ligwina Hananto mengingatkan, minimal 10% dari penghasilan harus untuk ditabung atau investasi. Selanjutnya untuk anggaran bersenang-senang, seperti jalan-jalan, nongkrong, nonton dan lainnya, maksimal hanya 20 persen.

"Untuk cicilan (bayar utang) maksimal 30 persen dan untuk kebutuhan hidup 40-50 persen," katanya.

Sementara itu, Jonathan menambahkan, bahwa masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan fasilitas keuangan yang lebih baik guna mendukung kehidupan sehari-hari mereka. “Melalui teknologi finansial, AdaKami hadir untuk menjadi solusi keuangan bagi masyarakat Indonesia dan selalu ada mendukung mereka untuk meraih impian. Karena itu AdaKami selalu berusaha #AdaBuatKamu,” lanjut Jonathan.

Hingga akhir tahun 2022 mendatang, AdaKami terus membuka peluang kolaborasi untuk terus mengedukasi masyarakat luas dan para pengguna AdaKami itu sendiri. Hal ini dilakukan untuk lebih memahami hak dan kewajiban dalam penggunaan keuangan serta pendanaan guna mempersiapkan masyarakat yang siap dalam menghadapi perkembangan finansial teknologi.

Sekedar informasi, AdaKami adalah sebuah platform peer-to-peer lending online lokal yang menyediakan fasilitas pinjaman (kredit) tanpa agunan. Perusahaan ini memiliki semangat membangun akses keuangan yang berkualitas bagi ratusan juta orang Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!