Diminta Bayar Gas Pakai Rubel, Pembeli Eropa Kelimpungan

Kamis, 24 Maret 2022 - 11:45 WIB
Baca Juga: Putin Minta Gas Dibayar Pakai Rubel, Harga Gas di Eropa Loncat 22%

Sebelumnya, akibat sanksi Barat, rubel sempat jatuh ke posisi terendah dalam sejarah awal bulan ini, ke rekor terendah 132 rubel per USD dan 147 rubel per euro pada 7 Maret. Padahal, pada pertengahan Februari nilai tukar rubel masih berada di sekitar 75 rubel per USD dan 85 rubel per euro.

Presiden Putin juga mengutarakan rencana Rusia untuk meninggalkan semua mata uang yang dinilai "terkompromikan" dalam penyelesaian pembayaran gas.

"Selama beberapa minggu terakhir, seperti yang Anda tahu, beberapa negara Barat mengadopsi keputusan yang melanggar hukum untuk membekukan aset Rusia," kata Putin dalam pertemuan pemerintah yang diadakan melalui tautan video. "Barat secara de facto telah menghancurkan sendiri kredibilitas mata uangnya," tegasnya.

Putin juga memastikan bahwa Rusia akan terus memasok gas sesuai dengan volume dan prinsip harga yang disepakati dalam kontrak. Hanya mata uang pembayaran yang akan berubah.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!