Buntut Kasus Indra Kenz dan Doni Salmanan, Bappebti Disemprot Anggota DPR
Kamis, 24 Maret 2022 - 18:30 WIB
Kasus Indra Kenz dan Doni Salmanan membuat anggota DPR kesal dengan Bappebti. Foto/Instagram
JAKARTA - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi ( Bappebti ) menjadi sasaran kekesalan anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam atas maraknya kasus investasi bodong oleh robot trading, khususnya oleh afiliator Indra Kenz dan Doni Salmanan.
Baca juga: Kasus Robot Trading Evotrade, Polisi Sita Mobil, Moge, hingga Rumah
Menurutnya, Bappebti dinilai lamban dalam mengantisipasi sehingga aksi dua afiliator tersebut menelan banyak korban. Hal itu disampaikan langsung kepada Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI.
"Saya pengin tanya selama ini sebelum kasus Indra Kenz kemudian Doni Salmanan, Bapak ke mana ya? Kita nggak pernah tuh lihat sampeyan untuk melakukan mitigasi-mitigasi atas komoditas berjangka ini," kata Mufti saat RDP Komisi VI, Kamis (24/3/2022).
Sementara itu, Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana langsung menjawab bahwa pihaknya telah melakukan mitigasi investasi hingga permasalahan sejak tahun 2019, dengan menutup website-website Binomo sejak tahun 2019.
"Kami sudah memitigasi sejak tahun 2019. Tapi kenapa enggak dipanggil dari dulu Indra Kenz kemudian Doni Salmanan? Baru bulan Februari yang kami lihat," tanya Mufti.
Baca juga: Kasus Robot Trading Evotrade, Polisi Sita Mobil, Moge, hingga Rumah
Menurutnya, Bappebti dinilai lamban dalam mengantisipasi sehingga aksi dua afiliator tersebut menelan banyak korban. Hal itu disampaikan langsung kepada Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI.
"Saya pengin tanya selama ini sebelum kasus Indra Kenz kemudian Doni Salmanan, Bapak ke mana ya? Kita nggak pernah tuh lihat sampeyan untuk melakukan mitigasi-mitigasi atas komoditas berjangka ini," kata Mufti saat RDP Komisi VI, Kamis (24/3/2022).
Sementara itu, Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana langsung menjawab bahwa pihaknya telah melakukan mitigasi investasi hingga permasalahan sejak tahun 2019, dengan menutup website-website Binomo sejak tahun 2019.
"Kami sudah memitigasi sejak tahun 2019. Tapi kenapa enggak dipanggil dari dulu Indra Kenz kemudian Doni Salmanan? Baru bulan Februari yang kami lihat," tanya Mufti.
Lihat Juga :