Dongkrak Ekspor Kuliner, Indonesia Harus Terapkan Gastrodiplomacy
Jum'at, 25 Maret 2022 - 22:25 WIB
Strategi gastrodiplomacy bisa dongkrak ekspor kuliner Indonesia. Foto/Ist
JAKARTA - Industri kuliner yang melibatkan para pelaku UMKM makanan Indonesia menjadi fokus penting pemerintah. Chesna F. Anwar, Direktur Hubungan Kelembagaan LPEI, mengatakan industri kuliner dianggap penting dan pendekatan "gastrodiplomacy" yang dilakukan sejumlah negara di Asia, seperti Thailand dan Jepang, menunjukkan peningkatan ekspor yang signifikan.
Baca juga: Resmikan Sentra Demang Toenthoer, Airlangga: Solo Terbuat dari Rindu, Kenangan & Wedangan
"Kita dapat belajar dari gastrodiplomacy Thailand, diplomasi perdagangan yang tujuannya bukan hanya mempromosikan masakan khas suatu negara ke luar negeri, namun juga meningkatkan daya tarik nilai budaya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ekspor makanan dan sektor pariwisata,” kata Chesna, Jumat (25/3/2022).
Potensi negara-negara di Asia untuk menjadi pemasok bahan makanan dan bumbu rempah sangat tinggi, seperti Thailand, yang mampu menembus pasar dunia di urutan pertama untuk produk tuna kaleng, nanas, jagung manis, santan, singkong, dan durian.
Baca juga: Resmikan Sentra Demang Toenthoer, Airlangga: Solo Terbuat dari Rindu, Kenangan & Wedangan
"Kita dapat belajar dari gastrodiplomacy Thailand, diplomasi perdagangan yang tujuannya bukan hanya mempromosikan masakan khas suatu negara ke luar negeri, namun juga meningkatkan daya tarik nilai budaya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ekspor makanan dan sektor pariwisata,” kata Chesna, Jumat (25/3/2022).
Potensi negara-negara di Asia untuk menjadi pemasok bahan makanan dan bumbu rempah sangat tinggi, seperti Thailand, yang mampu menembus pasar dunia di urutan pertama untuk produk tuna kaleng, nanas, jagung manis, santan, singkong, dan durian.
Lihat Juga :