Resmikan Sentra Demang Toenthoer, Airlangga: Solo Terbuat dari Rindu, Kenangan & Wedangan
Jum'at, 25 Maret 2022 - 07:18 WIB
loading...
Dalam sambutannya, Airlangga mengaku Solo menjadi sentra kebudayaan tradisional Jawa dan pusat kuliner Jawa yang otentik, khas dan unik. Foto/Dok
A
A
A
SOLO - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meresmikan, Sentra Wedangan Demang Toenthoer di Solo, Jawa Tengah, Kamis (24/3/2022) malam. Sentra wedangan ini menjadi pusat kuliner wedangan khas Solo atau Hik di kawasan Pasar Burung Balekambang.
Dalam sambutannya, Airlangga mengaku Solo menjadi sentra kebudayaan tradisional Jawa dan pusat kuliner Jawa yang otentik, khas dan unik. Menurutnya, hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi Kota Solo untuk membuat wisatawan betah dan merasa nyaman.
Baca Juga: Airlangga: Korupsi Bikin Lapangan Kerja Mampet
Di hadapan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, Airlangga berseloroh soal Kota Solo. "Kalau nasi liwet terbuat dari ayam, telur, dan santan. Kalau Solo terbuat dari rindu, kenangan, dan wedangan. Catat ya, kenangan, wedangan, bukan mantan,” tutur Airlangga di Sentra Wedangan Demang Toenthoer, Kamis (24/3/2022).
Ketua Umum Partai Golkar ini menceritakan sejarah awal munculnya budaya wedangan di Kota Solo. Ia menuturkan, cikal bakal budaya wedangan di Solo muncul awal tahun 1900 berbarengan dengan adanya pabrik pembangkit listrik pertama di wilayah Keraton Kasunanan Surakarta.
Dalam sambutannya, Airlangga mengaku Solo menjadi sentra kebudayaan tradisional Jawa dan pusat kuliner Jawa yang otentik, khas dan unik. Menurutnya, hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi Kota Solo untuk membuat wisatawan betah dan merasa nyaman.
Baca Juga: Airlangga: Korupsi Bikin Lapangan Kerja Mampet
Di hadapan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, Airlangga berseloroh soal Kota Solo. "Kalau nasi liwet terbuat dari ayam, telur, dan santan. Kalau Solo terbuat dari rindu, kenangan, dan wedangan. Catat ya, kenangan, wedangan, bukan mantan,” tutur Airlangga di Sentra Wedangan Demang Toenthoer, Kamis (24/3/2022).
Ketua Umum Partai Golkar ini menceritakan sejarah awal munculnya budaya wedangan di Kota Solo. Ia menuturkan, cikal bakal budaya wedangan di Solo muncul awal tahun 1900 berbarengan dengan adanya pabrik pembangkit listrik pertama di wilayah Keraton Kasunanan Surakarta.
Lihat Juga :