Sanksi Rusia Bisa Menggerus Dominasi Dolar AS, Direktur IMF Memperingatkan
Sabtu, 02 April 2022 - 06:00 WIB
Termasuk di antaranya membatasi akses bank terbesarnya ke transaksi yang dilakukan dalam dolar ketika perang selama perang Rusia Ukraina yang sudah sebulan terus berkecamuk.
Dia menambahkan, bahwa beberapa negara sudah menegosiasikan kembali mata uang yang mereka bayarkan untuk perdagangan. Selain itu, perang Rusia terhadap Ukraina akan memacu adopsi keuangan digital, dari cryptocurrency hingga stablecoin dan mata uang digital bank sentral, katanya.
Baca Juga: Sanksi Ekonomi Mulai Terasa, Warga Rusia Timbun Gula
IMF sebelumnya telah berbicara tentang erosi diam-diam dominasi dolar, seperti yang disorot dalam sebuah makalah kerja yang diterbitkan pada 24 Maret. Makalah ini menyoroti penurunan pangsa dolar sebagai cadangan internasional sejak pergantian abad, sebuah refleksi dari diversifikasi portofolio aktif oleh manajer cadangan bank sentral.
Dia sebelumnya mengatakan, sanksi terhadap Rusia tidak menandakan kehancuran dolar sebagai mata uang cadangan dan bahwa perang di Ukraina akan memperlambat pertumbuhan ekonomi global tetapi tidak akan menyebabkan resesi global.
Dia menambahkan, bahwa beberapa negara sudah menegosiasikan kembali mata uang yang mereka bayarkan untuk perdagangan. Selain itu, perang Rusia terhadap Ukraina akan memacu adopsi keuangan digital, dari cryptocurrency hingga stablecoin dan mata uang digital bank sentral, katanya.
Baca Juga: Sanksi Ekonomi Mulai Terasa, Warga Rusia Timbun Gula
IMF sebelumnya telah berbicara tentang erosi diam-diam dominasi dolar, seperti yang disorot dalam sebuah makalah kerja yang diterbitkan pada 24 Maret. Makalah ini menyoroti penurunan pangsa dolar sebagai cadangan internasional sejak pergantian abad, sebuah refleksi dari diversifikasi portofolio aktif oleh manajer cadangan bank sentral.
Dia sebelumnya mengatakan, sanksi terhadap Rusia tidak menandakan kehancuran dolar sebagai mata uang cadangan dan bahwa perang di Ukraina akan memperlambat pertumbuhan ekonomi global tetapi tidak akan menyebabkan resesi global.
(akr)
Lihat Juga :