Krisis Ekonomi Sri Lanka: Semua Menteri dan Bos Bank Sentral Mendadak Mundur

Selasa, 05 April 2022 - 18:55 WIB
Lakshini Fernando dari Asia Securities memproyeksikan, bank bakal menaikkan suku bunga utamanya setidaknya dua poin secara persentase ketika mencoba untuk menstabilkan rupee Sri Lanka. Mata uang Sri Lanka telah kehilangan lebih dari 30% nilainya terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sejak didevaluasi bulan lalu.

Sementara pasar kemungkinan akan bereaksi positif terhadap pengunduran diri Cabraal, "kuncinya adalah siapa yang mengambil alih pada saat ini," kata Fernando kepada BBC.

"Kami pasti membutuhkan lebih banyak kejelasan tentang kebijakan untuk momentum yang lebih kuat," katanya.

Para demonstran telah turun ke jalan-jalan di Ibu kota Kolombo karena rumah-rumah dan bisnis mengalami pemutusan listrik hingga 13 jam. Warga Sri Lanka juga tengah menghadapi kekurangan pasokan pangan dan inflasi yang melonjak, setelah negara itu mendevaluasi mata uangnya bulan lalu menjelang pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) mengenai bailout.

Hal ini terjadi ketika 26 menteri Sri Lanka telah mengajukan surat pengunduran diri, tetapi tidak untuk Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa atau saudaranya, Presiden Gotabaya Rajapaksa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!