Buruh Tolak BLT Minyak Goreng Rp300 Ribu, Said Iqbal: Hanya Gudang Korupsi
Selasa, 05 April 2022 - 21:24 WIB
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menuding bahwa jika memberikan BLT kepada masyarakat bukan sebenar-benarnya membela rakyat miskin, namun hanya menguntungkan para produsen minyak goreng. Foto/Dok
JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menolak usulan pemerintah yang ingin memberikan subsidi minyak goreng melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp300 ribu, termasuk kepada para buruh.
Baca Juga: BLT Minyak Goreng Keluar, LaNyalla: Oligarki Sawit Menang Hattrick
Said Iqbal menyebut, program BLT merupakan ladang korupsi para pejabat yang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut disimpulkan Said Iqbal setelah melihat beberapa kasus ke belakang terkait korupsi bantuan sosial ketika pandemi Covid-19.
"BLT hanya gudang korupsi, semua Mensos kasus-kasus KPK karena BLT dan bansos," kata Said Iqbal dalam konferensi persnya secara virtual, Selasa (5/4/2022).
Menurutnya dengan alokasi anggaran yang ada sebesar Rp6,9 triliun, menurut Said Iqbal seharusnya pemerintah memberikan subsidi bukan hanya untuk minyak goreng curah, namun juga minyak goreng kemasan. Meskipun belakangan terbukti gagal.
"Tidak usah BLT, rakyat nggak butuh BLT, yang dibutuhkan harga minyak goreng turun," lanjut Said Iqbal.
Baca Juga: BLT Minyak Goreng Keluar, LaNyalla: Oligarki Sawit Menang Hattrick
Said Iqbal menyebut, program BLT merupakan ladang korupsi para pejabat yang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut disimpulkan Said Iqbal setelah melihat beberapa kasus ke belakang terkait korupsi bantuan sosial ketika pandemi Covid-19.
"BLT hanya gudang korupsi, semua Mensos kasus-kasus KPK karena BLT dan bansos," kata Said Iqbal dalam konferensi persnya secara virtual, Selasa (5/4/2022).
Menurutnya dengan alokasi anggaran yang ada sebesar Rp6,9 triliun, menurut Said Iqbal seharusnya pemerintah memberikan subsidi bukan hanya untuk minyak goreng curah, namun juga minyak goreng kemasan. Meskipun belakangan terbukti gagal.
"Tidak usah BLT, rakyat nggak butuh BLT, yang dibutuhkan harga minyak goreng turun," lanjut Said Iqbal.
Lihat Juga :