Sri Mulyani Akui Stabilitas Rupiah Masih Hadapi Tantangan
Kamis, 18 Juni 2020 - 16:43 WIB
Dia melanjutkan, lemahnya permintaan global tidak hanya menyebabkan turunnya permintaan atas produk- produk ekspor Indonesia, tetapi juga pada penurunan harga komoditas ekspor unggulan Indonesia.
"Di sisi lain, perekonomian domestik yang tengah giat melakukan akselerasi pembangunan infrastruktur telah menyebabkan tingginya kebutuhan impor barang-barang modal dan kebutuhan pembangunan infrastruktur lainnya," kata Sri Mulyani.
Ke depan, perekonomian Indonesia masih menghadapitantangan belum pulihnya pertumbuhan ekonomi global dan ancaman perang dagang yang dapat mengurangi intensitas perdagangan dunia.
"Hal-hal ini tentu dapat menghambat perbaikan kinerja neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan Indonesia yang juga berimplikasi pada pelemahan nilai tukar," jelasnya.
"Di sisi lain, perekonomian domestik yang tengah giat melakukan akselerasi pembangunan infrastruktur telah menyebabkan tingginya kebutuhan impor barang-barang modal dan kebutuhan pembangunan infrastruktur lainnya," kata Sri Mulyani.
Ke depan, perekonomian Indonesia masih menghadapitantangan belum pulihnya pertumbuhan ekonomi global dan ancaman perang dagang yang dapat mengurangi intensitas perdagangan dunia.
"Hal-hal ini tentu dapat menghambat perbaikan kinerja neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan Indonesia yang juga berimplikasi pada pelemahan nilai tukar," jelasnya.
(fai)
Lihat Juga :