Eropa Bakal Alami Resesi Tajam Jika Rusia Tutup Keran Gas

Kamis, 14 April 2022 - 14:24 WIB
Langkah tersebut diakui memiliki konsekuensi ekonomi yang mengerikan bagi kedua belah pihak. Untuk diketahui, Badan Statistik Eropa mencatat Jerman membeli 58,9% gas alamnya dari Rusia pada 2020.

Jika terjadi penghentian total pasokan energi Rusia, lembaga Jerman memperkirakan kerugian kumulatif tahun ini dan berikutnya sekitar 220 miliar euro (USD238 miliar), setara dengan lebih dari 6,5% dari output ekonomi tahunan. Ini akan menghasilkan pertumbuhan hanya 1,9% tahun ini dan kontraksi 2,2% pada tahun 2023.

"Jika pasokan gas diputus, ekonomi Jerman akan mengalami resesi yang tajam. Dalam hal kebijakan ekonomi, penting untuk mendukung struktur produksi yang dapat dipasarkan tanpa menghentikan perubahan struktural," kata Wakil Presiden dan Direktur Riset untuk Siklus Bisnis dan Pertumbuhan di Kiel Institute Stefan Kooths, yang dikutip CNBC, Kamis (14/4/2022).

"Perubahan ini akan mempercepat industri padat gas bahkan tanpa boikot, karena ketergantungan pada pasokan Rusia, yang telah tersedia dengan harga yang menguntungkan hingga saat ini, bagaimanapun juga harus diatasi dengan cepat," tambahnya.

Bank Sentral Eropa menghadapi tantangan unik yang saling bertentangan untuk mengendalikan inflasi yang mencapai rekor tinggi tanpa menginjak-injak pertumbuhan ekonomi yang sudah melemah, yang kemungkinan akan terdampak lebih lanjut oleh guncangan pasokan karena berlanjutnya perang di Ukraina.

Inflasi zona euro mencapai 7,5% untuk Maret secara tahunan, menurut Eurostat, dan lembaga Jerman memperkirakan rata-rata setahun penuh pada 2022 sebesar 6,1%, angka tertinggi dalam 40 tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!