Imbas Naiknya Harga Minyak, Penerimaan Negara dari Hulu Migas Tembus Rp62 Triliun

Jum'at, 22 April 2022 - 17:04 WIB
Selain faktor harga minyak dunia, penerimaan negara yang optimal dikontribusikan pula dari pembelanjaan barang/jasa dan kegiatan operasional lainnya yang dapat dilakukan secara efisien oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Realisasi cost recovery sampai triwulan pertama 2022 mencapai USD1,39 miliar atau terealisasi 16% dari alokasi cost recovery yang mencapai USD8,65 miliar.

Dwi mengatakan, meskipun harga minyak dunia naik, pihaknya masih bisa melakukan efisiensi biaya operasional di beberapa lini.

"Seperti pengadaan rig pengeboran secara bersama dengan kontrak farm in, mengurangi inventory peralatan dengan melakukan sinkronisasi kebutuhan setiap KKKS yang telah memberikan hasil yang positif, yaitu biaya yang efisien,” katanya.

Lebih lanjut Dwi menyampaikan, secara keseluruhan hasil penjualan minyak dan gas mencapai USD9,42 miliar. Dari jumlah tersebut distribusi penerimaan untuk negara mencapai USD4,36 miliar atau sebesar 46,3%, bagian KKKS sebesar USD3,36 miliar atau sebesar 38,9%, sedangkan sisanya adalah cost recovery.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!