Perang Ukraina Sebabkan Ledakan Harga Terbesar dalam 50 Tahun, Bank Dunia Wanti-wanti
Kamis, 28 April 2022 - 06:57 WIB
Baca Juga: India Turun Tangan Atasi Krisis Pangan Global Efek Perang Rusia Ukraina
Sebelum perang, kedua negara menyumbang 28,9% dari ekspor gandum global menurut JP Morgan, dan 60% dari pasokan bunga matahari global - bahan utama dalam banyak makanan olahan menurut S&P Global.
Harga bahan baku lainnya seperti pupuk, logam dan mineral juga diperkirakan akan naik. Harga kayu, teh, dan beras termasuk di antara sedikit yang diperkirakan akan turun.
"Gandum adalah salah satu ekspor pertanian yang paling sulit untuk digantikan," menurut catatan penelitian dari Bank of America.
Ini menunjukkan bahwa kondisi cuaca buruk di Amerika Utara dan China kemungkinan akan memperburuk dampak berkurangnya pasokan Ukraina, sesuatu yang akan berlanjut karena perang telah mengganggu musim tanam musim semi.
Catatan itu juga menunjukkan pengiriman biji-bijian dan minyak sayur dari Ukraina telah turun lebih dari 80% karena gejolak perang dan ekspor yang hilang selama setahun, "sama dengan sekitar 10 hari pasokan pangan dunia".
Sebelum perang, kedua negara menyumbang 28,9% dari ekspor gandum global menurut JP Morgan, dan 60% dari pasokan bunga matahari global - bahan utama dalam banyak makanan olahan menurut S&P Global.
Harga bahan baku lainnya seperti pupuk, logam dan mineral juga diperkirakan akan naik. Harga kayu, teh, dan beras termasuk di antara sedikit yang diperkirakan akan turun.
"Gandum adalah salah satu ekspor pertanian yang paling sulit untuk digantikan," menurut catatan penelitian dari Bank of America.
Ini menunjukkan bahwa kondisi cuaca buruk di Amerika Utara dan China kemungkinan akan memperburuk dampak berkurangnya pasokan Ukraina, sesuatu yang akan berlanjut karena perang telah mengganggu musim tanam musim semi.
Catatan itu juga menunjukkan pengiriman biji-bijian dan minyak sayur dari Ukraina telah turun lebih dari 80% karena gejolak perang dan ekspor yang hilang selama setahun, "sama dengan sekitar 10 hari pasokan pangan dunia".
(akr)
Lihat Juga :