IHSG Sempat Rebound Kemarin, Tapi Kok Masih Lesu?
Kamis, 12 Mei 2022 - 08:09 WIB
Memakai indikator Moving Average (MA), William mencermati IHSG masih berada di bawah area MA5. Apabila candlestick indeks tetap berada di bawah level tersebut, William memperkirakan indeks acuan masih lemah, sementara jika rebound maka yang terjadi hanya technical rebound atau dead cat bounce.
"Sekedar membantu, MA5 IHSG saat ini berada pada 6994. Dan walaupun sempat rebound, IHSG tidak mampu mencapai MA5 tersebut dan terhenti pada 6902, sekaligus menutup gap IHSG pada tanggal 9 Mei 2022," ungkapnya.
Secara fundamental, penulis buku The Tao of Bandarmology ini memandang sentimen suku bunga Federal Reserve dapat menyebabkan capital outflow dari aset berisiko seperti saham.
Baca Juga: Ada Apa dengan IHSG Usai Terlempar dari Level 7.000, Ini Analisanya
Melacak foreign outflow sepanjang tiga hari terakhir, investor asing tampak merealisasikan profit hampir Rp6 triliun, yang sebagian besar berasal dari emiten berkapitalisasi besar penggerak indeks, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
"Sekedar membantu, MA5 IHSG saat ini berada pada 6994. Dan walaupun sempat rebound, IHSG tidak mampu mencapai MA5 tersebut dan terhenti pada 6902, sekaligus menutup gap IHSG pada tanggal 9 Mei 2022," ungkapnya.
Secara fundamental, penulis buku The Tao of Bandarmology ini memandang sentimen suku bunga Federal Reserve dapat menyebabkan capital outflow dari aset berisiko seperti saham.
Baca Juga: Ada Apa dengan IHSG Usai Terlempar dari Level 7.000, Ini Analisanya
Melacak foreign outflow sepanjang tiga hari terakhir, investor asing tampak merealisasikan profit hampir Rp6 triliun, yang sebagian besar berasal dari emiten berkapitalisasi besar penggerak indeks, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Lihat Juga :