Terra Luna Anjlok hingga 90%, Analis Peringatkan Risiko Investasi Kripto dan NFT

Sabtu, 14 Mei 2022 - 22:01 WIB
Sepekan terakhir sejumlah uang kripto ternama seperti Bitcoin dan Etherum mengalami tren penurunan signifikan. FOTO/Ist
JAKARTA - Sepekan terakhir sejumlah uang kripto ternama seperti Bitcoin dan Etherum mengalami tren penurunan lebih dari 20%. Namun ada juga yang lebih parah, yakni uang kripto Terra Luna turun hingga 90%. Alasan utama penurunan harga aset kripto, antara lain karena ada gerakan menjual uang kripto di seluruh dunia akibat tekanan ekonomi dan kekhawatiran atas inflasi.

Analis juga pakar hukum investasi Hendra Setiawan Boen mengatakan perang antara Rusia dan Ukraina yang mengakibatkan terganggunya pergerakan ekonomi di Eropa dan kenaikan faktor suku bunga pinjaman mengakibatkan inflasi yang cukup tinggi dan akan terus naik. Oleh karena itu, para investor cenderung menjual aset yang berisiko, misalnya tidak memiliki fundamental atau underlying yang pasti, dalam hal ini mata uang kripto .



"Selama perang antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung kemungkinan kripto akan terus turun karena kinerja stablecoin Terra USD juga terus memburuk. Selain itu, pasar kripto juga menunjukan arah bubble karena memang overvalue. Koreksi terhadap harga akan terjadi cepat atau lambat," kata Hendra, di Jakarta, Sabtu (14/5/2022).

Baca Juga: Harga Bitcoin Sempat Tembus Rp800 Juta, Kini Anjlok Terpangkas Setengahnya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!