Terra Luna Anjlok hingga 90%, Analis Peringatkan Risiko Investasi Kripto dan NFT
Sabtu, 14 Mei 2022 - 22:01 WIB
Hendra mengatakan, walaupun sudah bubble, tapi saya melihat gelembung harga kripto belum akan pecah. Melihat tren kenaikan dan penurunan selama ini, kripto memang cenderung turun tajam, dan kemudian naik tinggi.
Tidak ada ukuran jelas untuk memprediksi nilai aktual asset tanpa fundamental adalah salah satu alasan kripto termasuk produk beresiko dan berbahaya untuk investasi.
Selain itu, Hendra juga menyoroti penurunan penjualan NFT sejak September 2021 hingga mencapai 92% dan nilai NFT yang turut merosot tajam seperti NFT berupa cuitan pertama pendiri Twitter, Jack Dorsey dari nilai pembelian USD2,9 juta dan pada April dinilai USD280.
"Dari awal saya sudah melihat NFT itu tidak wajar. Pada dasarnya NFT hanya membeli data digital padahal data digital mudah disalin siapapun secara gratis. Kalau begitu, apa gunanya membeli NFT dengan harga mahal? Yang namanya membeli barang harus disertai kepemilikan secara ekslusif. Kalau kita sudah membeli tapi orang lain dapat memiliki barang yang persis sama secara cuma-cuma," jelas Hendra.
Hendra memberikan saran kepada calon investor untuk selalu menekankan produk investasi dengan nilai fundamental atau underlying. Menurut dia, calon investor harus rajin mempelajari fundamental produk, tidak cepat terbuai dengan bujuk rayu marketing.
Tidak ada ukuran jelas untuk memprediksi nilai aktual asset tanpa fundamental adalah salah satu alasan kripto termasuk produk beresiko dan berbahaya untuk investasi.
Selain itu, Hendra juga menyoroti penurunan penjualan NFT sejak September 2021 hingga mencapai 92% dan nilai NFT yang turut merosot tajam seperti NFT berupa cuitan pertama pendiri Twitter, Jack Dorsey dari nilai pembelian USD2,9 juta dan pada April dinilai USD280.
"Dari awal saya sudah melihat NFT itu tidak wajar. Pada dasarnya NFT hanya membeli data digital padahal data digital mudah disalin siapapun secara gratis. Kalau begitu, apa gunanya membeli NFT dengan harga mahal? Yang namanya membeli barang harus disertai kepemilikan secara ekslusif. Kalau kita sudah membeli tapi orang lain dapat memiliki barang yang persis sama secara cuma-cuma," jelas Hendra.
Hendra memberikan saran kepada calon investor untuk selalu menekankan produk investasi dengan nilai fundamental atau underlying. Menurut dia, calon investor harus rajin mempelajari fundamental produk, tidak cepat terbuai dengan bujuk rayu marketing.
Lihat Juga :